Aku seniman tattoo
Begitu janji saya kepada diri saya sendiri.
Akhirnya saya keluar dari kerjaan saya di BUMN dan fokus ke dunia tato, tapi tidak semudah itu saya bisa keluar, saya dimarahi habis habisan oleh keluarga saya. " kamu sudah enak enak kerja di kantor papa, malah keluar dan pilih jadi tukang tato, otak mu dimana..? Mau jadi preman kamu..? Mau jadi gembel..? ".. itu yang ibu saya katakan, saya gak bisa menjawab apa apa, hanya bisa diam saja. Saya hanya bisa menjawab di dalam hati, " saya harus bisa menjadi seniman tato profesional yang elegan, biar orang tua saya bangga, bukan tukang tato kampung yang mentato preman preman kampung"... itu janji saya. Karena dimusuhi orang rumah jadi saya jarang pul
Hot Chapters