KAMAR KEDUA
Percakapan kecil terhenti sebentar lalu kembali berjalan.
“Teman-teman,” kata Teguh cukup keras, tapi tidak berteriak. “Ini Sheza. Mulai hari ini gabung di tim kita.”
“Sheza masih adaptasi,” lanjutnya ringan tapi tegas. “Jadi kalau ada yang perlu dibantu, tolong dibantu, ya. Profesional.” Nada itu halus, tapi posisinya jelas.
Lalu Teguh menoleh ke seorang perempuan lain yang duduk tak jauh dari mereka. “Mbak Vita?”