Suami Warisan
(Iya, ditungguin katanya)
“Aduh, kumaha nya, Teh? Abdi teh bade wangsul ka bumi Nini di Leuwiliang kirang langkung tabuh dua siang.”
(Aduh, gimana ya, Kak? Saya mau pergi ke rumah Nenek di Leuwiliang jam dua siang ini)
Sekarang sudah jam satu siang. Ipah menghembuskan napasnya.
Eneng mendengar nada yang tidak biasa dari Ipah, dia bertanya hati-hati, “Emang aya naon Teh? Akang teu kunanaon pan?”
(Memangnya ada apa, Kak? Akang enggak apa-apa ‘kan?)