Menantu Egois
Rasanya seperti pulang ke rumah setelah perjalanan panjang.
"Dek," bisik Tejo di telingaku. "Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, Mas," jawabku.
Tejo mulai bergerak perlahan, menciptakan irama yang lembut dan penuh cinta. Setiap gerakannya terasa seperti doa, seperti janji bahwa kami akan selalu bersama.
Aku memejamkan mata dan menikmati setiap detiknya. Rasanya seperti mimpi, seperti momen yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.
Bab Populer