Ifat
“Bisa kamu bayangin. Abang beradik, kembar, wajahnya mirip, postur badan sama, ada bekas luka di wajahnya juga sama, gitarnya juga sama. Mereka pakai tamborin di kaki, meniup harmonika di leher, berganti-gantian, bersahut-sahutan dengan suara yang luar biasa mantap. Keren, keren sekali!”
Ika menyimak dengan serius semua kata-kata Jihan itu. Ia bisa membayangkan semuanya.
“Uniknya lagi, Ika, mereka ini kan, Kristiani ya. Tapi mereka bisa membawakan lagu-lagu religi dari Islam. Aku pernah kok, melihat mereka melayani request dari seseorang yang minta dinyanyikan lagu Assalamu’alaikum-nya Opick.”
Hot Chapters