Dendam Anak Tiri
"Makanya lo harus makan, ya. Biar lo sehat terus dan bisa kerja. Biar lo juga bisa do'ain Ibu lo di sana. Lo anak satu-satunya Tante Leyla, Al. Siapa lagi yang akan mendo'akan beliau kalau lo juga pergi?"
Alena diam. Lalu berkata. "Gue udah nggak semangat hidup." Alena masih menangis sambil menggeleng. "Gue nggak bisa ... Gue rasanya mau mati aja."
"Tolong, Al. Jangan ngomong begitu. Pada dasarnya, semua manusia akan pergi meninggalkan dunia ini, Al. Nggak cuman Ibu lo. Orang tua gue pasti juga bakal ninggalin gue. Lo, gue, semuanya bakal mati. Kita hanya menunggu giliran. Kita manusia selayaknya wayang yang digerakkan oleh dayangnya. Cepat atau lambat kita semua akan meninggal, tak terkecua