Teman tapi Menikah
“Baik yang gimana yang kamu maksud? Kamu tahu kalau dulu aku hobi banget berantem, kan?”
“Selama kita sekolah bareng, meskipun ada banyak orang-orang yang jahat sama kamu, kamu nggak pernah jadi anak yang pendendam. Kamu juga nggak pernah lari dari tanggung jawab, bahkan kamu nggak pernah malu untuk minta maaf kalau salah. I mean, semakin dewasa akhir-akhir ini terlalu banyak orang lupa untuk sekadar bilang terima kasih, minta maaf, dan juga minta tolong. Makanya waktu aku ngelihat semua itu ada di dalam diri kamu, aku tahu kalau kamu adalah anak yang baik,” terang Cintara dengan bangga.
“Bukankah seharusnya memang begitu ya, Ta?”
Hot Chapters