Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

“Kumpulkan para pengrajin, ilmuwan, dan penambang. Kita cari jalan lain. Telur bukan satu-satunya jawaban.” Siangnya, di balai pertemuan dekat bengkel logam, Raka duduk melingkar bersama para ahli. Ada Lao sang ilmuwan tua, Nara pengrajin batu, dan Tanu sang penambang berpengalaman. “Kita butuh sesuatu yang bisa menggantikan sifat lengket telur untuk merekatkan batu,” jelas Raka membuka diskusi. “Dulu di daerah sungai Cekung,” kata Nira, “aku pernah melihat tanah yang setelah dibakar, jadi keras seperti batu. Tapi tak tahu itu apa.”
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Mirabilis

Pendekar Pedang Mirabilis

Banga mengedarkan pandang ke angkasa, dan berteriak, "Siapa kau? Apakah kau siluman bayu?" "Aku adalah utusan dari kerajaan dewa, membawa bingkisan untuk penduduk Salakanagara! Aku sudah menunggu kedatanganmu dari zaman perunggu!" Zaman perunggu disebut juga zaman kalkolitik, di mana manusia mulai menggunakan perunggu untuk senjata perang dan kehidupan sehari-hari. Zaman kalkolitik adalah masa akhir prasejarah dengan kebudayaan Dongson. Pedang itu tidak berkarat melewati ribuan musim, tetap berkilau memancarkan cahaya coklat kekuningan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
RATU VELENDOR

RATU VELENDOR

Cermin obsidian di temukan di Anatolia - Turki berusia 6000 SM. Sedangkan itu, Amerika Tengah dan di Amerika Selatan di temukan pada 2000 SM! Cermin dari tembaga mengkilap di buat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba sekitar 3000 SM! Pada 2000 SM, di China cermin dibuat dari perunggu pertama! Dan cermin di lapisi logam, di ciptakan di Sidon - Lebanon pada abad pertama Masehi!'
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Lambang

Lambang

Seperti biasa dia mengawali kegiatan mengajar dengan membuka absen siswa dan memanggil nama mereka satu persatu. Hari ini Lambang menjelaskan mengenai Perkembangan Teknologi Nenek Moyang di Indonesia. Dia selalu menggunakan metode diskusi dengan murid-muridnya, sehingga mereka bisa aktif di kelas. "Pada masa bercocok tanam, kebudayaan mereka berkembang pesat, hidup sudah menetap (sedenter) dan sudah menghasilkan makanan (food producing). Peningkatan teknologi ditandai dengan adanya peningkatan alat-alat dari batu kasar menuju batu halus, kemudian menggunakan alat-alat dari logam. Alat-alat sebelum dihaluskan, contohnya, kapak perimbas (bagian tajamnya berbentuk cembung), kapak penetak (ketaj
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Si Ulat Buku

Kesandung Cinta Si Ulat Buku

"Hmm manusia purba yang sudah menetap. dan mengenal bercocok tanam" "Lalu apa lagi?" "Lupa bu" "Mangkanya anak-anak kalau ibu sedang menjelaskan itu mohon di simak ya. Ibu akan ulangi satu kali lagi" Buk pipit menjelaskan terkait Masa Megalitikum yakni zaman batu besar adalah periode prasejarah sekitar 2500–1500 SM (neolitikum-perunggu) yang ditandai penggunaan batu besar untuk struktur kepercayaan, seperti menhir dan sarkofagus. Manusia hidup menetap, mengenal cocok tanam, dan memuja roh leluhur dengan bangunan suci. Peninggalannya meliputi dolmen, punden berundak, dan arca."
369 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Tuan Majikan

Pemuas Hasrat Tuan Majikan

"Pembakaran tembikar biasanya dilakukan sebanyak dua kali. Api bisque atau pembakaran biskuit memakan waktu 8-10 jam sedangkan pembakaran kedua atau glasir membutuhkan waktu sampai 12 jam. Totalnya waktu yang dibutuhkan 22 jam. Sedangkan gerabah hanya butuh waktu 3-4 jam saja." Penjelasan panjang lebar yang Leon jabarkan, tak urung membuat Luna semakin tertarik untuk melihat bagaimana proses pembuatan perkakas tersebut. Apalagi setelah ia tahu apa itu tembikar, dan ternyata cukup banyak terpajang baik di mansion Leon maupun rumah oma, Luna bertambah semangat.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Sayangnya, mereka yang tidak mengikuti tradisi itu tidak dapat menggunakannya. Barang ketiga yang dilelang adalah tembikar yang dibuat dengan sangat ahli, yang dibuat dari sebuah dinasti yang berdiri sekitar satu milenium lalu. Tembikar itu berwarna seperti langit, dan konon hanya ada sekitar selusin yang masih ada. Tembikar ini adalah cangkir bersudut delapan yang terawat sempurna. Banyak pria dan wanita yang berstatus tinggi memecah kesunyian mereka, dan semuanya mulai mengajukan penawaran. Hanya dalam beberapa saat, harga penawaran tembikar itu telah mencapai puluhan juta dolar.
9.139.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3M kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Tampilkan Ulasan (17437)
Baca
+Pustaka
Yohanes Agung
Pg bosquu , ke inget trus sdh ada blum nih kelanjutan nya ........., ternyata begitu dibuka blum ada .., ayo dong .., buatlah kepuasan pembaca.., mumpung pada liburan .., krn begitu sdh masuk kerja lagi .., saya pastikan , pembaca sdh sibuk bekerja lagi…, karena situasi lagi gak musim duit ............
Ozinita
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
Baca Semua Ulasan
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sebuah benda dari tembikar yang sebelumnya terjatuh secara tidak sengaja oleh Buyung Kacinduaan, merupakan abang dari bayi yang digendong oleh Inyiak Mudo, yang pada saat itu sedang bersembunyi di satu celah kecil di tebing timur Ngarai Sianok. Pria tua yang kumis dan jenggotnya menyatu dan riap-riapan oleh angin malam yang mulai berembus kencang itu mendesah panjang ketika ia menyadari bentuk ukiran yang ada pada pecahan tembikar tersebut. Meskipun gelap, namun ia dapat merasakan guratan-guratan halus pada permukaan tembikar dengan jari-jari tangannya. ‘Benar,’ pikirnya, ‘ini adalah punca dari semua masalah yang akan terjadi!’
1074.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Bukankah itu Dewa Bumi? Li Jianli meletakkan tembikar yang dibawanya dan menggali. Setelah beberapa saat, dia bisa melihat sebuah patung Dewa Bumi seukuran bayi berusia 2 atau 3 bulan. Dia sedikit bingung. Orang-orang di zaman ini sangat percaya dengan dewa, bagaimana mereka bisa membiarkan patung Dewa Bumi tergeletak begitu saja?
1052.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai tembikar zaman neolitikum
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status