Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Mereka sudah menempel begini. Rain menempelkan pipinya dan Lady. Sebelah tangannya merangkul punggung perempuan itu, sedangkan tangan yang lain memegang ponsel. Kamera sudah stand by sejak tadi. Dengan satu kali tap benda itu berhasil mengabadikan kebersamaan keduanya dalam beberapa pose. “Yang ekspresif dong, Lad, senyumnya mana? Kamu kayak terpaksa wefie sama aku.”
920.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Maafkan Aku yang Telah Jatuh Cinta

Maafkan Aku yang Telah Jatuh Cinta

Hingga masih bisa kurangkul kalian Sosok yang mengaliri cawaran hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu Oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya Senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu Tak terbangun dari hayal keajaiban ini Ho mimpiiiiiiiii Andai ada satu cara Tuk kembali menatap agung suryamu Lembayung Baliiiiiiiiiiii. Musik terhenti. Camelia kembali, bersama senyumannya. Dia terlihat sangat bahagia, dan tatapannya tidak bergerak, dari benda ajaib di tangannya.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

ejek Sanjaya. Sanjaya memberi isyarat pada operator kamera. Lampu sorot menyala. Sanjaya menarik rambut Larasati, menempelkan pistol ke pelipis wanita itu, dan mulai merekam ancamannya. "Halo, Elang Dirgantara..." Sanjaya merekam pesan mematikan itu, memastikan setiap kata mengandung racun yang akan memaksa Elang keluar dari persembunyiannya. (Video yang dilihat Elang di akhir Bab 75).
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Sambil berdiri setengah jongkok di atas bebatuan, aku mengarahkan kamera, “Oke, Bu! Senyuummm! Satu… dua… TIGAAA—tangannya ke atas! Ya ampuuun, cantikkk!” Para ibu-ibu itu berganti-ganti pose, senyumnya lebar dan wajahnya benar-benar terlihat bahagia. “Next video ya, Bu! Ayo lambaikan tangan… Ibu yang di tengah jangan nutupin Ibu yang di belakang, ya!”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Papa Temanku

Terjerat Pesona Papa Temanku

Mereka berdiri sejajar, dan Shandy meminta orang lain untuk memotret. SRET. Telapak tangan Elvaro menyentuh punggung Yara. Ringan. Halus. Tapi cukup membuat Yara nyaris kehilangan keseimbangan. Ia menoleh cepat, panik — tapi Elvaro hanya memandangi kamera sambil tersenyum paling family-friendly sedunia. “1… 2… 3!” KLIK. Arunika heboh lihat hasil fotonya. “Bagus banget! Eh, Yaaar, kamu glowing banget!”
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan

200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan

Lia bangkit duduk, menahan napas. Tangannya gemetar saat ia menggulir lebih jauh. Beberapa tweet lama muncul: potongan lirik lagu, curhatan pendek, dan beberapa foto acara festival yang mereka datangi bersama. Lia mengenali angle fotonya—selalu miring sedikit ke kanan, sama seperti cara Haikal memegang ponsel saat memotret. Lia menggigit bibir, membuka ulang tweet tentang The Man Who Can’t Be Moved. Ia klik video yang disematkan Haikal.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

" Tanpa sadar, bibirku ikut bergerak. Bersenandung pelan mengikuti gerakan bibirnya. Kelam meletakkan gitar yang sejak tadi menemaninya, mengiringi lagu yang dia bawa. Walau begitu, musik dari audio masih terlantun indah. "This night is sparkling, don't you let it go. I'm wonderstruck, blushing all the way home. I'll spend forever wondering if you knew. I was enchanted to meet you." Kelam menggenggam tangan kananku, membuatku menunduk sejenak untuk melihat tautan kedua tangan kami. Aku tersenyum lebar, rasanya saat ini aku tengah berada di salah satu gambaran yang Sang Mimpi berikan. Tetapi, genggaman lembut itu menyakinkanku bahwa saat ini aku tengah sadar seutuhnya.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kilat Dosen Killer

Pernikahan Kilat Dosen Killer

Mereka melambaikan tangan, beberapa mengangkat papan bertuliskan tulisan tangan seadanya: “Cahaya Laut Bukan Musuh.” “Kami Hanya Ingin Hidup.” Pak Wira ikut berdiri di depan mereka, suaranya parau tapi penuh tekad. “Kalau kalian mau tangkap, tangkap aku dulu! Aku kepala desa ini!” Kerumunan itu membuat suasana berubah. Kamera yang merekam jelas tidak hanya mendapat gambar perahu, tetapi juga wajah-wajah rakyat yang bersatu.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
The Devil CEO

The Devil CEO

“Hati-hati awas tergelincir.” “Kan ada kamu yang memegangku,” balas Emma. “Tapi kakimu tidak ku pegang, Emma.” Terdengar gelak tawa Emma untuk ke sekian kalinya. Lelaki yang menggenggam tangannya cukup polos dan lucu. Setelah terbebas dari tumpukan batu, Ethand segera mengambil kamera. “Berdirilah di situ, aku akan memotretmu,” ucap Ethand dengan tangan sudah memegang kamera. Emma langsung berdiri dengan kedua tangan di naikan ke atas.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Kamu Semangatku

Kamu Semangatku

Melihat Hera yang sedari tadi menatapnya, Bara kemudian melambai lambaikan tangannya ke arah wajah Hera, "hey, hey. Lu lihat apa?" Hera akhirnya tersadar bahwa dari tadi Bara sadar kalau dia menatapnya, "eh, sorry," ucap Hera. "Ngelamunin apa lu?" tanya Bara. "Lu!" ucap Hera yang terkeluar begitu saja. "Gue?" tanya Bara menunjuk dirinya. Hera yang tersadar kan ucapannya, langsung mengubah pembicaraan, "bukan lu, burung maksudnya," ujar Hera sambil menunjuk burung yang berteter di atas atap sekolah.
103.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai lirik lagu lambaikan tangan ke kamera
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status