SELUMBARI
Tiyas Tutimalam semakin dingindiujung malam menuju pagi yang dinginkeringat dingin di malam harikaki terasa dingin di malam hari
Aku melihat sekeliling, siapa tahu ada yang lupa aku rapikan.
Mataku tiba-tiba menatap rak pisau. Ada tiga buah pisau disana. Satu untuk memotong bumbu dapur, satu untuk memotong buah, dan satunya lagi bisa untuk memotong apa pun. Aku menelan ludah, tiba-tiba teringat kejadian kemarin. Dinginnya leherku yang ditempel pisau, hingga darah yang mulai mengucur. Aku mengambil segelas air minum dari dispenser, meneguknya hingga habis. Bagaimana mungkin aku bisa mengalami hal mengerikan seperti kemarin?
人気のチャプター