BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
Mahkota emasnya entah terbang ke mana, jubah sutranya compang-camping, dan wajahnya tertutup lapisan debu serta jelaga yang sangat tebal hingga menyerupai jelata yang gila.
Tigor Siboro, yang sedang dalam kewaspadaan penuh di tengah medan yang kacau, melihat sesosok makhluk urak-urakan yang berlari kencang ke arahnya sambil berteriak histeris. Baginya, itu bukan keponakannya—itu adalah ancaman, sebuah upaya sergapan musuh yang menyamar.
Dengan gerakan refleks seorang veteran yang sudah membunuh ribuan orang, Tigor menghunus pedangnya. Kilat baja itu menyambar udara dengan kecepatan yang mustahil diikuti mata biasa.