Kalian Sebut Aib, Aku Sebut Alasan Tetap Hidup
"Gue ada, gue hidup, tapi gue gak bisa nunjukin keberadaan gue. Karna apa? Karena kalau saat itu gue muncul, gue juga mungkin akan kehilangan nyawa_satu-satunya hal yang masih gue miliki."
"Let--"
"Ok, mungkin itu bedanya kasus kita. Tapi itu juga poin penting yang mau gue bilang." Arletta tak membiarkan Milla menyela sedikit pun, karena dia memang belum selesai bicara. "Lo tau, itu adalah momen terberat, terendah, terhancur, dan terkacau dalam hidup gue. Tapi di momen itu pula hanya lo dan El yang selalu hadir dan gak pernah ninggalin gue." Arletta menjeda sejenak ucapannya. Hanya demi meredam gemuruh di dada yang masih selalu hadir tiap kai mengenang momen paling sakit dalam hidupnya.