Si Lesung Pipi
Andrewi tidak menyadari sama sekali kalau itu adlaah pengalaman yang menyakitkan atau ada kemungkinan dia secara sadar atau tidak sadar mengabaikan rasa sakit itu. Dari hasil wawancara dan terapi selama ini terlihat dia sekuat tenaga mengabaikan semua rasa sakit itu. Kamu bisa lihat videonya atau baca buku yang kamu tulis, di bab-bab yang sepenuhnya berisi sudut pandang dia. Dia seakan-akan mengatakan ini hanyalah kenangan biasa. Untuk remaja pada umumnya, betul, itu biasa saja, tapi baginya luka itu ternyata berubah jadi duri yang semakin tajam. Tajamnya itu ditutupi oleh dinding-dinding yang tidak sadar dia buat sendiri. Jadi ketika di picu kembali, duri itu muncul ke atas, menyebabkan l