Istri Dadakan Sang Presdir
“Sekar, jangan menolak perasaan itu. Justru hadapilah. Rasa takut, rasa sakit, bahkan luka, mereka adalah pintu menuju pemahaman yang lebih dalam. Potongan masa lalu itu—betapapun pahit—bisa jadi sesuatu yang berharga.”
Sekar membuka matanya, menatap layar dengan sorot yang berbeda. Ada keberanian yang perlahan muncul. “Saya… ingin mengingat semuanya, Dokter. Walau itu menyakitkan, walau mungkin saya harus menangis lagi. Tapi… hidup memang selalu membawa luka, bukan? Dan luka itu… bukan berarti akhir dari segalanya.”
Müller tersenyum tipis. “Itu sikap yang baik, Sekar. Mengingat bukan berarti melemah, melainkan menguatkan. Dan aku percaya kau bisa melakukannya.”
ตอนยอดนิยม