Bayang Pedang Cahaya Bulan
Ini kali ketiga malam itu ia membentangkannya, dan kali ketiga pula matanya berhenti di titik yang sama, sebuah celah kecil di tepi peta, di antara garis kontur gunung yang digambar oleh kartografer yang telah lama mati tanpa sempat menuliskan apa yang pernah dilihatnya di sana.
Angin turun dari celah batu, membawa bau tanah basah bercampur asap kayu yang mulai menipis. Liu Tianming menarik jubahnya lebih rapat. Dua puluh tahun ia mempelajari peta semacam ini, dan dua puluh tahun pula ia tahu bahwa peta tidak pernah berbohong. Peta hanya diam. Yang tidak digambarkan itulah yang paling sering menentukan hidup atau matinya sebuah pasukan.