Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
Apalagi untuk sebuah kedai kopi yang baru buka, penghasilan segitu per satu orang, sudah lumayan.
"Mbak, gak cukup, ya?" tanya Soni lagi mengibaskan tangan di depanku.
"Cukup, Son. Insya Allah akan cukup. Emh .... Ini, kok dikasih ke aku semua, buat kamu mana?"
"Aku tidak perlu uang, Mbak. Tapi, kasih sayang."
"Soni ...." Aku menatapnya tajam.
Dia nyengir, lalu memeluk lutut dengan masih berada di depanku. Kepalanya menggeleng tanda tidak menginginkan uang yang masih bertumpuk di lantai.