Pernah nggak sih ngerasa stuck di situasi di mana lo tahu apa yang benar, tapi ragu buat ngomong karena takut dianggap sok suci? Prinsip 'berani karena benar, takut karena salah' itu kayak kompas moral yang ngejaga kita buat nggak tersesat. Aku sendiri sering nemuin ini pas diskusi sama temen yang ngajak nyontek atau ngerokok sembunyi-sembunyi. Di detik itu, suara kecil di kepala selalu ngingetin: 'Kalau lo ngebela yang bener, konsekuensinya mungkin nggak enak, tapi salah tetaplah salah.'
Justru di era sekarang yang serba ambigu, prinsip ini jadi tameng buat nggak ikut arus negatif. Contoh simpel: waktu ada temen yang nyebar hoax di grup WA. Awalnya males ribut, tapi akhirnya aku tegur juga dengan sopan. Resikonya? Dibilang kolot. Tapi lebih baik dicap kolot daripada diam aja dan jadi bagian dari masalah. Intinya, keberanian itu nggak harus dramatis—kadang cukup dengan memilih untuk nggak ikut-ikutan yang jelas-jelas nggak bener.