Budak Nafsu Big Boss
"Maafkan saya Tuan, tapi sekali lagi maaf. Saya masih kenyang. Kalau sekedar untuk menemani jalan-jalan Tuan, saya bersedia."
Bima mengangguk dengan rasa kecewa ia berdiri. "Ya, sudah kita ke club aja. Club Mareta."
Anjani yang tak pernah mendatangi tempat-tempat itu bingung. Selama dirinya berada di jakarta ia tak tau apa itu club Mareta, tempatnya seperti apa, sebab setiap ada bokingan dari pelanggan yang Anjani tau cuma hotel. Tapi Anjani pernah mendengar nama itu dari teman-teman, dan teman- teman satu profesi sering bercerita.