Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Scandal Maker

Scandal Maker

perintah Joe yang membuat Jenny tersenyum senang dan langsung masuk ke dalam mobil Joe. Jenny mengajak Joe ke club’ malam yang kemarin didatangi oleh William dan Angela. Dengan alasan agar privasi mereka terjaga. Joe yang juga member dari club’ itu akhirnya menurutinya. Begitu di dalam club’ mereka langsung memesan minuman di bar dan duduk-duduk di sana. “Apa kau sering ke sini?” tanya Jenny sambil meneguk wine di tangannya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

jawab Keenan. “Hm gitu. Kalau gitu, lo mau ikut club gue gak? Lo juga Zach kalau mau.” “Club apaan?” “Gue tadi gak sengaja denger kalian bicarain detektif. Kebetulan gue ikut club detektif.” “Ha? Emangnya ada? Anggotanya siapa?” “Ada, buatan gue sendiri. Anggotanya cuma gue hehehe.”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Club ini memiliki kafe, tempat karaoke dan juga diskotek sehingga setiap orang yang datang bisa memilih mau nongkrong di tempat yang mana. “Buat apa kerja keras kalau uang tabungan tak akan habis sampai tujuh turunan? Apalagi Papa masih ada urusan bisnis di luar kota. Bisalah leha-leha dululah,” balasku santai. “Gue butuh hiburan.” “Kalau gitu, gue akan memperkenalkan lo dengan seorang cewek cantik.” “Boleh tuh. Tapi jangan yang minta dinikahi.”
1094.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Hot Mother

Hot Mother

Setelah memastikan wajahnya sudah kembali normal. “Baiklah kita turun!” . . . . . Nicholas membawa Sofia duduk di salah satu sudut Coffee Shop itu. Coffee Shop yang memiliki desain minimalis serta interior kayu menambah kesan tersendiri bagi pengunjung di sana. Konsep semi bar yang ada di Coffee Shop itu membuat kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung. Mesin espresso La Marzocco Strada tampak menghiasi bar mereka. Nicholas langsung memesan 2 gelas hot cappucino untuk mereka nikmati.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai the coffee club
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Savitri
novel ini keren banget sih kalo kata gue ya... Melihat sisi lain dari kehidupan seorang wanita yang memang seringkali tuh kompleks banget. Apalagi seorang single parent yang memang ga mudah. Nice book to read nih, guys!!
Amy_Asya
Halo, semua. Terima kasih kepada para pembaca setia dari buku-buku aku. Kali ini aku datang dengan cerita baru lagi. Jangan lupa mampir ke profil aku, atau bisa langsung cari judul "Dekapan Panas CEO Arrogant" di kolom pencarian. Terima kasih, dan selamat membaca
Baca Semua Ulasan
Mr. Mint And Miss Coffee

Mr. Mint And Miss Coffee

Gadis itu tertawa, dengan santainya dia bercakap-cakap dengan barista seakan lupa kalau Andy pun sedang menunggun kopi miliknya untuk dibuat. “Ini kopi espresso milikmu,” ujar barista sembari memberikan segelas kopi pada gadis cantik tak tahu aturan. Dia menerimanya, kemudian buru-buru berbalik, tanpa sengaja dia tersandung kaki panjang milik Andy, membuatnya berputar dengan segelas espresso yang isinya agak keluar dari bibir gelas. Gadis itu berusaha menahan keseimbangan, tapi gagal.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Suami Untuk Arabella

Suami Untuk Arabella

"Sekarang, gimana kalau kita lupakan semua masalah ini sebentar dan pergi ke klub langganan kita? Kita butuh sedikit hiburan." Arabella mengangguk, merasakan kehangatan dalam pelukan Sofia. Mereka berdua lalu bergegas menuju klub di pusat kota Jakarta langganan mereka. #Klub Colloseum# "Dua whiskey shower,” ucap Arabella, suaranya agak serak dan lesu, kepada bartender wanita kenalannya di klub itu, sambil melirik-lihat menu yang terpampang di balik bar.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Milk and Coffee

Milk and Coffee

Sepertinya trend café sedang menjamur kini hingga ada banyak sekali pilihan café sebagai tempat diskusi, rapat kecil, ataupun sekedar nongkrong menikmati suasana malam. Tanpa terasa perjalanan mereka berakhir pada sebuah café yang berada di tenga kota. Café itu tidak besar, namun tidak terlalu kecil pula. Nuansa ethnic dengan lampu ala-ala menyerupai lampu sentir alias petromax menambah suasana ‘pedesaan’ sunyi nan menenangkan. Beberapa meja sudah penuh dengan makanan, minuman, serta laptop maupun tas para pengunjung yang didominasi oleh anak kuliahan. “Lia sudah datang, Mas,” celetuk Sabrina sambil turun dari sepeda motornya. Sepeda motor Lia yang ikonik dengan stiker bergambar Winnie the P
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Pagi itu ia belum sempat mampir ke kafe langganannya. Mesin berdengung pelan saat ia memasukkan uang. Jarinya menekan tombol minuman favoritnya. Americano kaleng jatuh ke rak bawah dengan bunyi pendek. Saat Mareeq mengambilnya, suara sepatu hak berhenti di dekatnya. “Pagi.” Claudia berdiri sambil tersenyum rapi. “Beli kopi?” Mareeq mengangguk singkat.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Kusisihkan piring di depanku lalu mencicipi sedikit minuman yang kupesan, “begitulah.” “Pemilik Kafe Coffee memang hebat, menyelesaikan semua hal tepat waktu,” balasanya sembari menatapku penuh senyuman. Aku terdiam dengan tatapan terkejut kearahnya, “bagaimana kamu bisa tahu?” Henry justru tersenyum lebar, “itu mudah. Karena aku adalah pelanggan setia kafemu. Di sana benar-benar klasik, mengingatkanku pada masa lalu.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu

Menjadi Ibu Susu

Tidak semua orang-orang yang ada di dalamnya adqlah orang jahat. Ada yang sekedar nongkrong dengan teman-teman menikmati malam. Ada juga yang "jajan". Club Ferrari kepunyaan Kojek cukup besar dan lengkap. Di club Kojek tidak hanya menyediakan minuman keras tetapi juga kopi dan jus. Ruang khusus untuk ngopi juga terpisah dari club party. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tamu sudah banyak berdatangan, karena kebetulan sekali ini malam sabtu.
9.834.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai the coffee club
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status