Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati

Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati

Jeff dengan dingin melepaskan tangannya dan berjalan balik, melihat ke sisi kanan kuburan ibuku dengan terkejut. "Priscilla, bukankah aku sudah bilang jangan sentuh tanah kosong di sisi kanan kuburan tanpa izinku?” Priscilla menangis tersedu-sedu. “Aku nggak sengaja, anjing sahabatku mati minggu lalu karena makan anggur, nggak ada tempat untuk menguburnya.” “Master itu bilang dua anjing bisa melindungi orang yang meninggal, aku juga demi kebaikan Kak Yenny.”
8.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 223 Beses bilang the deathless
Read
+Library
DEATH

DEATH

Teriak Zyu yang mulai frustrasi. Zyu sudah mati sebanyak 19 kali sedangkan Laure sudah mati sebanyak 18 kali dan waktu baru berjalan 2 menit. Mereka bahkan tidak bisa bertahan lebih dari 10 detik. Sungguh pertandingan yang tidak seimbang. Bagi Skeleton King membunuh mereka sama seperti menginjak semut. Sangat mudah. Zyu dan Laure bahkan belum sempat mengeluarkan sihir atau lebih tepatnya tidak sempat karena pukulan Skeleton King lebih cepat daripada mereka merapal mantra sihir. Mereka sudah melakukan berbagai cara agar berhasil menggunakan sihir setidaknya satu kali.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 138 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Soul System

Soul System

Di suatu tempat yang sangat gelap dan memiliki udara kematian yang memenuhi udara, tampak sebuah Celah Dimensi Spasial terbuka dan seorang wanita muda dengan jubah hitam merangkak keluar dari celah dan terengah-engah, ada jejak amarah yang mendalam di wajah wanita itu, ia kemudian perlahan berdiri, terlihat tangan kanannya terputus dan masih mengeluarkan darah, ia adalah Inkarnasi Dewi Kematian.
9.4145.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 5.1K Beses bilang the deathless
Read
+Library
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Tidak ada ledakan besar, tidak ada drama. Sosok raksasa itu hanya terdiam, lalu perlahan-lahan mulai terurai menjadi partikel cahaya yang indah. Sebelum benar-benar lenyap, utusan itu mengeluarkan bisikan terakhir yang penuh dengan kutukan. "Kematianku adalah bel pembuka bagi mereka yang lebih tinggi ... tujuh dewa penulis tidak akan membiarkanmu bernapas lebih lama lagi, Kael Astaroth ...."
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Bayang-bayang Kematian

Bayang-bayang Kematian

"Jangan biarkan apapun mengganggu. Rasakan setiap detak jantungmu, setiap napas yang masuk dan keluar. Kau harus bisa menyatu dengan bayang-bayang kematian yang ada di dalam dirimu." Alex mengikuti instruksi Victor, berusaha untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Sesekali, matanya terpejam, mencoba mencari ketenangan di dalam kekosongan, namun bayang-bayang kematian itu selalu kembali menghantuinya. Ia bisa merasakannya di dalam tubuhnya,sesuatu yang berat dan tak terlukiskan. Suatu rasa yang mengingatkannya akan setiap jiwa yang akan ia lihat pergi.
856 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 60 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Tidak dapat disalahkan juga tidak dapat dibenarkan perbuatannya, akupun tidak berani bertanya lebih jauh, hanya diam membisu. Kilasan-kilasan kematian gadis-gadis yang dia simpan di gubuk itu nyata sekali dipelupuk mata ini. Tubuh berbalut gaun putih yang diawetkan, membuat ekspresi wajah mereka beraneka ragam. Tidak ada yang ingin mati seperti itu. Hingga, dikejutkan dengan kilasan pria itu melihat ke arahku, dengan senyum dia mengguyur tubuhnya dengan bensin begitu juga seluruh gubuk yang dia bangun. Kilatan api membakar seluruh yang ada di sana, wajahnya seperti tidak memiliki rasa sakit saat api menyambar tubuhnya. Aku menatap tidak berkedip dengan apa yang terjadi di depanku.
104.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 118 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Dark Life

Dark Life

Setiap ia mencoba untuk mengucapkan sepatah dua patah kata, tangisnya selalu kembali pecah, membuatnya tidak bisa menuntaskan kalimat yang ingin ia ucapkan. “Kenapa Gley?” tanya Jack setelah Gley mulai tenang, ia merasa Gley sudah dapat berbicara kepadanya. “Ne-nenek sama paman sudah tiada,” ujarnya dengan terisak-isak. “Be-beneran?” tanya Jack tak percaya. Seluruh tubuh anak itu bergetar. Ia sadar bahwa manusia pasti akan kembali pada Sang Pencipta, tetapi ia tidak ingin berpisah secepat ini dengan malaikat pelindung sekaligus penolongnya. Ya! Bagi Jack, nenek dari Gleysia adalah malaikat pelindung dan penolongnya sejak dulu.
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Deadly Ash

Deadly Ash

Mereka hanya bisa berharap dan menunggu Ashley dewasa untuk kembali ke rumah Keluarga Rider. Puas dengan buah delima, sekarang Ashley mendengarkan semua penjelasan orang tua dari awal hingga akhir. "Mama akan menjelaskan asal usul kekuatan abu kematian." Stanley berdeham sebelum cerita. "Berawal dari adanya janji yang belum terpenuhi, lalu orang tersebut meninggal, dan jasadnya dikremasi atau dibakar. Abu tersebut bisa menjadi kekuatan untuk melindungi diri maupun orang lain."
106.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 184 Beses bilang the deathless
Read
+Library
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Aku tidak perlu merasa khawatir lagi. Hanya saja, mati di jalanan benar-benar sangat tidak bermartabat. Selain itu kondisi tubuhku juga terlihat sangat mengenaskan, lupakan saja. Sebentar lagi aku juga akan mati, apa bedanya tempat yang bersih dan kotor? Lagi pula tidak akan ada orang yang mengenaliku. Untung saja Andre tidak pernah melihatku dalam kondisi seperti ini. Saat malam tiba, tubuhku perlahan-lahan mendingin dan tertutup salju ....
5.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 105 Beses bilang the deathless
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status