Hello, My Destiny
“Dia ternyata tidak senaif yang aku pikir. Perempuan itu sangat logis orangnya dan sadar diri. Alih-alih terpesona denganku, dia justru merasa curiga untuk apa mendekatinya. Walau tidak tahu spesifiknya, dia tahu aku mendekatinya punya niat buruk. Sebab itu, dia tadi memintaku untuk tidak pernah menemuinya lagi.”
“Oh, ya?” seru Leonel tampak tidak terkejut mendengar berita itu, melanjutkan, “Sudah aku bilang, dia itu bukan perempuan yang gampang didekati. Jadi, itu artinya kamu kalah, Mand? Mobilmu menjadi milikiku?”
“Kata siapa aku kalah? Aku masih punya waktu, Leon. Tidak ada kamus kalah dalam hidupku. Aku pasti memenangkan pertaruhan ini.” Armand berkata penuh percaya diri.
Hot Chapters