Gue selalu ngerasa lagu-lagu sedih dari era '90-an punya cara bikin suasana, dan ketika nama 'Roman Picisan' muncul, yang kepikiran pertama kali memang lagunya Dewa 19 — bukan karakter cerita. Jadi kalau pertanyaannya tentang siapa antagonisnya, jawabannya simpel: dalam versi lagu 'Roman Picisan' nggak ada antagonis karena itu karya musik yang lebih bicara soal perasaan patah hati dan nostalgia daripada konflik antar karakter.
Kalau ada adaptasi cerita (misalnya sinetron atau fanfic) yang memakai judul 'Roman Picisan', antagonisnya bakal tergantung pada penulis adaptasi: biasanya sosok yang menghalangi hubungan, seperti mantan yang kembali, sahabat yang cemburu, atau pihak keluarga yang menentang. Aku paling suka gimana konflik semacam itu bikin lagu yang awalnya sederhana jadi bahan cerita yang emosional—tapi inti aslinya tetap: lagunya sendiri tak mem-personifikasikan 'musuh'. Aku sering kepikiran gimana satu judul bisa hidup di banyak medium, dan tiap medium membawa wajah antagonis yang berbeda-beda.