Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FATED

FATED

Buru-buru aku menutup panggilan telepon itu. [Yoon Jae’s POV] “Ikuti aku, ya? Do re mi fa so la si do ….” “Do re mi fa so la si do ….” Perempuan yang berdiri di depanku itu menggelengkan kepalanya. “Ulangi sekali lagi.” Aku menarik napas dan mengulanginya sekali lagi. “Do re mi fa so la si do ….”
104.4K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as my dear destiny
Read
+Library
LOVE & DESTINY

LOVE & DESTINY

Willy mengiyakan saran Mikaela. “Ta-tadi kamu sebut aku apa? Dear?” Mikaela bertanya memastikan. “Yes! Memangnya salah? Kamu adalah orang yang terpenting dan yang paling aku sayangi. Itu akan menjadi panggilanmu dariku mulai saat ini, Cassie, My dear.” Jawab Willy membuat Mikaela merona. Gadis itu menunduk sambil tersenyum mendengar ucapa Willy yang sedemikian manis.
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as my dear destiny
Read
+Library
AMORIST

AMORIST

Ia merasa malu, ketika orang lain mengetahui bahwa seorang CEO dengan kekayaan 25 M Usd yang memiliki tambang emas, menyukai segala sesuatu yang berbahan dasar buah berwarna pink kemerahan itu. Udara malam yang dingin dengan pemandangan bintang yang bertebaran di langit menambah kesan romantis bagi siapa saja yang menikmatinya. Mobil hitam mewah itu menyusuri jalanan dengan pelan. “Kita mau kemana?” tanya Adrian ketika mereka melewati jalanan menuju ke arah mansionnya. “Aku akan mengantarmu pulang,” “Tapi—” “Kau harus tidur di rumah malam ini.” Tanpa bantahan, Adrian hanya mengangguk tanpa jawaban apapun.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as my dear destiny
Read
+Library
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Dengan mengedipkan sebelah matanya Dewi mengatakan hal itu pada Naysila, karena hanya Dewi lah yang tahu hubungan Nay dan Azka sebenarnya. “Ka, kamu dapet salam dari Dewi,” teriak Nay membereskan tasnya. “Salam balik bilang dari aku.” “Tuh disalamin balik.” “Ka, ntar malem sama aku yah. Staycation aja kita,” canda Dewi yang mendapat delikan tajam dari Nay karena Azka yang meresponnya dengan mengedipkan sebelah mata pada Dewi. “Gak usah ngambek dong cantik kamu tetap yang nomer satu dihatiku.”
101.9K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as my dear destiny
Read
+Library
The CEO's First Class Destiny

The CEO's First Class Destiny

Sang CEO yang ditakuti seluruh dunia itu kini tampak seperti pria yang pernah hancur di masa lalu, sedang berdiri di persimpangan antara balas dendam dan kemungkinan untuk dicintai kembali. "Masa lalu mungkin menghantuimu, Aiden," ucap Elena dengan nada penuh keyakinan. "Tapi masa depanmu tidak harus menjadi bayang-bayang dari Clara. Aku di sini bukan karena hartamu atau takhtamu. Aku di sini karena pria yang semalam berdansa denganku di bawah bintang-bintang."
487 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as my dear destiny
Read
+Library
A Choice

A Choice

Destiny bahkan tidak peduli saat perutnya berbunyi karena lapar dan tak peduli dengan pandangan orang-orang di jalan karena penampilannya. *** Kendati merasakan pusing dan mual karena perutnya kosong sejak pagi, Destiny masih belum ingin beranjak dari tempatnya. Kepalanya mendongak, mengamati langit yang mulai berwarna jingga. Peluh yang membanjir tak sederas tadi dan air matanya pun mulai mengering, bibir pucatnya bergetar membentuk senyuman sendu, gadis kecil itu teringat masa-masa kecilnya saat keluarganya masih bahagia. Di sore hari seperti ini, ia dan sang Ibu akan menunggu di teras rumah, menanti kepulangan sang Ayah. Kenangan indahnya itu sekarang telah berlalu dan ia takkan bisa mera
3.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as my dear destiny
Read
+Library
Destiny's Dance

Destiny's Dance

tuturnya. Ameer mengambil pedang yang bersandar pada meja. Ia menariknya sampai mengeluarkan suara criing. Sudut bibir si iris biru tertarik ke atas—padahal hanya melihat betapa mengkilap pedangnya tapi serasa ada yang menggelitik perut. Ameer berucap dengan tenang, "Aku bilang, aku akan menikahi putrinya dalam waktu secepat mungkin.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as my dear destiny
Read
+Library
PREV
123456

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang menggigit di konsep 'my destiny' dalam anime romantis yang selalu membuatku merinding. Bukan sekadar takdir klise, melainkan bagaimana karakter-karakter itu berjuang melawan atau menerima nasib mereka dengan segala kerentanan manusiawinya. Di 'Your Lie in April', misalnya, Kosei awalnya melihat Kaori sebagai gangguan, tapi perlahan dia menyadari bahwa pertemuan mereka adalah titik balik untuk menyembuhkan lukanya. Anime seperti ini sering menggunakan elemen supernatural atau kebetulan yang mustahil sebagai simbol—seperti tiba-tiba terjatuh ke pelukan si tokoh utama—tapi justru di situlah keindahannya: kita diajak percaya pada sesuatu yang lebih besar dari logika.

Di sisi lain, 'Clannad' menggambarkan takdir sebagai sesuatu yang pahit namun perlu. Tomoya dan Nagisa seperti diikat oleh benang merah yang tersimpul oleh tragedi dan pertumbuhan bersama. Yang kusuka dari interpretasi ini adalah nuansa 'keterpaksaan' yang realistis—mereka tidak serta-merta jatuh cinta karena ditakdirkan, tapi belajar mencintai melalui perjuangan sehari-hari. Ini jauh lebih menyentuh daripada sekadar 'jodoh dari surga'.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status