Obsessed
ucapku ragu sambil menutup mata dan menunjuk asal.
Sekejap, semua mata tertuju pada arah jariku.
“Gue?” Seorang pria menunjuk dirinya sendiri, wajahnya bingung. Dia menoleh kanan-kiri, berharap aku menunjuk orang lain.
Aku tercengang. Itu Maro—siswa berprestasi, kulit sawo matang, wajah manis… dan sahabat Lingga.
Kerumunan terdiam. Semua tahu Maro sudah punya pacar, Stevi. Dalam hatiku menjerit, kenapa harus Maro? Kenapa bukan yang jomblo saja?