Ada momen di kelas bahasa Jepang kemarin ketika sensei tiba-tiba melempar pertanyaan tentang perbedaan nuansa antara 'sou desu ne' dan 'sou desu ka'. Semua mata langsung menatapku karena aku sering disebut 'otaku grammar Nazi'. Padahal, yang terjadi justru aku blank total! Rasanya seperti karakter sidekick di 'Bocchi the Rock' yang tiba-tiba dapat spotlight padahal cuma bisa berkeringat dingin. Aku akhirnya mengangkat bahu sambil tertawa nervous, 'Eto... I have no clue?' Sensei malah tersenyum lega karena ternyata itu pertanyaan jebakan untuk menunjukkan betapa rumitnya konteks percakapan sehari-hari.
Pelajaran yang kudapat? Kadang mengakui ketidaktahuan justru membuka diskusi lebih menarik. Komunitas belajar bahasaku malah jadi aktif debat setelah kejadian itu, dan aku sekarang rajin baca 'Yotsuba&!' untuk memahami percakapan natural. Lucu bagaimana satu momen canggung bisa berubah jadi motivasi belajar.