Tuan, Aku Hamil!
Aku membuka kedua tanganku lebar-lebar, siap menerima pelukan kecilnya yang hangat.
"Prince... mau main sama mbak?" tanyaku lembut, membungkuk agar bisa sejajar dengannya.
Prince menghentikan langkahnya di depanku, menggoyangkan robotnya ke kanan dan kiri, matanya penuh antusias. Namun, senyumannya perlahan berubah menjadi ekspresi cemberut manja.
“Mbak ntik combong... ga mau main sama plince…” katanya dengan nada kesal tapi tetap menggemaskan, bibirnya mengerucut.