Jerat Cinta Sang CEO
Yudhistira melangkah menuju salah satu ruangan yang ada di sana, kemudian dia mendorong pintu yang diyakini Julia adalah kamar pria itu.
“Ini saya masuk ke sini, nggak apa-apa, Pak?”
“Nggak, Sayang. Anggap aja kayak rumah kamu sendiri,” jawab Yudhistira dengan enteng. Pria itu lantas melangkah menuju salah satu sudut di kamar itu, lalu mengambil handuk baru di sana.
“Ini kamarnya Bapak?”
Julia terlihat mengamati setiap sudut ruangan itu, lalu dia tertegun saat melihat pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Jakarta yang terlihat menakjubkan dari tempatnya.
Chapitres populaires