Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Passionate Devil: Selir yang Terluka

Passionate Devil: Selir yang Terluka

Kalau ada komentar yang gak aku balas (nanti) berarti bisa komen ulang ya. Love u guys. (pengumuman minggu depan yak).
1011.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Menikahi Dua Pria

Menikahi Dua Pria

Tinggal ngaku aja, beres! Btw, otor tunggu komentar kalian yaa. Up lagi ntar sore kalau mood. Selamat membaca. Sankyu apresiasinya.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Belum Usai

Masa Lalu Yang Belum Usai

Deret kalimat yang ia dengar hanya ucapan terima kasih di akhir panggilan yang laki-laki itu sebutkan. “Gimana, Pak?” “Kebetulan villanya kosong buat besok, Mbak. Hari ini masih ada yang sewa, kemungkinan nanti malam katanya sudah pada pulang.” Pak Marwan menjelaskan setelah ponselnya kembali ditaruh pada saku kemeja. “Untuk lebih jelasnya, seperti pembayaran dan berapa hari yang akan digunakan mungkin besok sekalian memberi kuncinya, Mbak. Katanya malam ini juga langsung di bersihkan setelah villa itu kosong, jadi besok pagi kita sudah bisa ke sana.”
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

And on and on from the moment I wake To the moment I sleep I'll be there by your side Just you try and stop me I'll be waiting in line Just to see if you can...
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Once then Forever

Once then Forever

Mereka habis berbelanja kebutuhan warung, menggantikan Tina yang pergi ke rumah tante Lidia untuk memberitahu bahwasannya bulan ini mereka akan alpa membayar cicilan utang. Satu plastik hitam ukuran besar ditenteng Sera, perempuan itu menghela napas berat. Sambil berjalan, ia merenung. Sampai kapan hidup akan seperti ini? Sampai kapan hatinya akan bersikap pengecut begini?
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Kembali Ke Masa Lalu

Kembali Ke Masa Lalu

Celo mnegajaknya. Akhirnya mereka bermain sebuah game untuk menghabiskan waktu dan juga untuk menenagkan Taro supaya Celo bisa menyampaikan salah satu hal yang sangat penting. Sampai malam mereka tetap melakukan itu sampai Taro tidka memikirkan Naomi lagi. **
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

#Part_01 “Mbok, makanan sudah siap belum? Kamar tidur? Kamar mandi juga, sudah disikat belum? Hari ini Den Rayi pulang lho!" suara nyonya rumah terdengar lantang memekikkan telinga.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

“Nggak ah. Aku ngantuk.” “Ya sudah, kita tidur aja yuk. Besok kan mau ketemu. Besok nggak usah dandan, kita kan nggak pacaran.” Dia menaikturunkan alis. Aku tertawa kecil. “See you, Anna. Miss you. Can't hardly wait to see you tomorrow.” “Bye, Vlad. See you too.” Can't hardly wait to see you too, Vlad, cause I miss you so. *** Bersambung
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dalam perjalanan pulang, Baron bertanya padaku. “Mbak Mus, kenapa Mas Baskara nggak ikut kita ke desa?” Aku tersenyum dan menjawab sekadarnya. “Dia dapat tugas mendadak, jadi langsung balik.” “Oh… kali ini perginya berapa lama, Mbak Mus?” “Nggak tahu.” Mungkin bulan depan. Mungkin… selamanya. [Tamat]
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

"Apa kamu benar-benar ... sebegitunya membenciku?" Aku akhirnya balas menatap Vincent, lalu menjawab dengan nada yang tenang dan tegas. "Aku nggak benci, aku hanya sudah nggak mencintaimu lagi." Vincent terhuyung mundur selangkah. "Kamu tahu nggak? Hal terakhir yang ayahku katakan adalah bahwa harus melunasi utang Keluarga Gredi padamu cepat atau lambat." Aku menundukkan kepalaku dan menjawab dengan tenang.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai till next time
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status