Hasrat Terlarang dengan Atasan
Dengan wajah muram, ia menggelengkan kepala, tanda bahwa harapan telah sirna.
"Maaf," ucap dokter itu perlahan, suaranya berat penuh empati. "Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi..."
"Tidak!" teriak Venina, air matanya kini tumpah tak terbendung. "Tolong, lakukan sesuatu! Apa saja!"
Dokter itu menghela napas berat. "Waktu kematian, pukul 16:47. Kami turut berduka cita."