Takdir Dinda
Angga hanya diam, mau minta maaf percuma, bapak tidak seperti ibu dan Dinda, kalau Angga sudah mohon-mohon, hatinya luluh.
*****
Tidak terasa kandungan Dinda sudah menginjak sembilan bulan. Badan sudah berat, dibawa tidur salah, duduk salah, nafas juga sudah agak sesak, bapak mertua sudah menyarankan untuk berhenti, tapi Dinda bersikeras tetap kerja, karena kerja satu-satunya hiburan Dinda dari permasalahan hidup.
Tidak bisa dibayangkan galaunya hati kalau tidak bekerja. Dinda pasang aksi diam, kewajiban membuat minuman, menyediakan sarapan pagi tetap dijalankan, hanya tidak bicara.
Capítulos em Alta