Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Pak Samuel semakin mendekat, seakan siap menangkap, saat sosok tinggi tiba-tiba muncul di belakang pak samuel.
Kaiser.
"K-Kai... tolong.... "
Aku menatapnya dengan suara menghiba, melihat keadaanku, tatapan matanya bukan lagi dingin. Bukan lagi santai.
Ia melihat Samuel seolah melihat seseorang yang layak dilumat habis.
“Maaf, tolong minggir."
Suara Kaiser datar, tapi tajam seperti pisau.
“Aku hendak menjemput temanku," ujar Kaiser, yang dengan badan tegapnya, dengan mudah menyingkirkan tubuh pak Samuel, dan segera membungkuk untuk memelukku.