Partner In Crime
Air hujan yang membasahi bus sama sekali tidak mengganggu keharmonisanku dengannya, bus sama sekali belum jalan sesenti pun, mereka bilang ada ruas jalan yang banjir dan harus menunggu.
Tiara mulai mendekati wajahku, terasa wangi parfum Ralph favoritnya yang menyeruak masuk ke rongga hidungku dan mengirim sugesti segar dan energic darinya.
Bibirnya merah alami, terlihat pupilnya mulai membesar dengan tatapan yang begitu panjang nan intens.
“Jika aku boleh jujur, aku ingin kamu bebas, ungkap kasus ini bersamaku berdua. Namun….”