Mag-log inEvelyn yang selalu disiksa ayah dan ibu tirinya, dipaksa menjadi penebus hutang ayahnya kepada seorang konglomerat dan penguasa dunia bawah. Tuan Moskov terkenal bengis dan tak segan-segan melenyapkan nyawa siapapun yang berani menentangnya. Evelyn pikir, ia akan menjadi budak Tuan Moskov seumur hidup. Namun, pria itu justru menginginkan hal lain. "Aku ingin kau melayaniku," kata pria itu dengan suara berat yang membuat Evelyn gemetar. "Di ranjangku. Setiap malam."
view morePagi itu di sebuah hotel mewah suasananya sangat berbeda. Tepat hari ini, Moskov dan Evelyn menyelenggarakan resepsi pernikahannya. Banyak tamu yang di undang oleh Moskov. Evelyn yang sejak tadi sudah selesai di rias terlihat gelisah bukan karena takut tapi dia gugup. "Evelyn, apa kau sedang takut?" tanya Carra khawatir. Evelyn meminta Carra memanggilnya secara langsung tanpa embel embel yang lain. "Tidak, aku hanya gugup." jawab Evelyn lirih. Carra menepuk pelan tangan Evelyn untuk menenangkan nya. Dan tak menunggu lama, Ronald menjemput Evelyn untuk di bawa keluar karena acara sudah akan di mulai. Evelyn keluar di temani oleh Carra. Dan dari kejauhan Luci yang sudah datang berdecih sinis. Selena yang melihat wajah tak senang Luci pun tersenyum tipis. "Dia membatalkan gaun ke butikku hanya untuk gaun sederhana itu. Dia benar benar wanita tak tahu diri!" maki Luci kesal. "Tapi gaun itu bertaburan berlian Aunty. Aku sangat iri dengan nya." celetuk Selena yang ada di sebelahny
Max menarik tubuh Selena dan memindahkan nya ke belakang tubuhnya. Selena menurut, tubuhnya sudah mulai gemetaran. Dia sudah meninggalkan pekerjaan masa lalunya. Semenjak dia paham jika semuanya tak akan sama seperti dulu. Selena meraih ujung jaket Max yang membuat Max menoleh ke belakang."Max, dia orang yang memaksaku masuk ke dunia hitam saat aku menjadi model." ucap Selena lirih. Max sedikit kaget, tapi dia kembali mengalihkan perhatian nya pada orang yang ada di depannya. "Lebih baik serahkan jalang itu kepadaku, karena dia milikku. Dia terikat kontrak seumur hidup dengan ku!" Max tak ingin membuang tenaga nya hanya untuk meladeni apa yang tak penting. Dia meraih tangan Selena lalu menggenggamnya erat. "Aku tak akan menyerahkan dia. Apalagi kau berusaha mengganggu kekasihku!" Orang di depan Max sempat terkejut tapi kemudian dia tertawa terbahak saat mendengar perkataan Max tentang Selena. "Kau mau sama wanita bekas orang banyak itu?" tanya laki laki itu sambil tersenyum m
Selena terdiam, dia meremas sisi bajunya dengan takut. Dia tak tahu jika Evelyn akan bertanya seperti itu. Selena bingung ingin menjawab apa, karena dalam pikiran Selena tak ada niat mengambil apa yang Evelyn punya. Max yang tahu jika Selena merasa tak enak hati langsung membantunya menjawab. "Nyonya bukan ingin menghukum atau membalas mu. Dia hanya bertanya, dan disini semua sudah tahu kalau kau tak sama dengan wanita itu!" Max enggan menyebut nama Luci karena terakhir kali dia berurusan dengan wanita itu membuatnya sangat kesal. "Wah, Max... besok Moskov kasih kamu mobil baru!" Uhuk.... Moskov tersedak ludahnya sendiri karena perkataan Evelyn. Dia menatap Evelyn dengan heran tapi kemudian menggeleng pelan. "Seneng banget sayang ngerjain orang, lagian aku udah bilang jangan jodohin Max kalau dia belum mau. Nanti kasihan perempuannya." "Aku mau kok tuan!" Uhuk.... Sekarang gantian Selena yang tersedak, dia melihat Max dengan wajah syoknya. Max memuku
Max yang mendengar perintah Moskov langsung duduk di dekat Selena. Evelyn yang melihat wajah canggung dan salah tingkah dua orang yang ada di depannya tersenyum samar. "Makan dulu!" Mereka makan dengan tenang. Dan di tengah acara makan itu, Selena akhirnya membuka suara. "Ev, apa kau tahu jika Aunty Luci sedang merencanakan sesuatu untuk mu?" Evelyn menghentikan makannya, lalu melihat ke arah Selena yang tengah serius saat melihatnya. "Hmm, biarkan saja. Dia ingin melakukan apapun yang dia mau. Lagian siapa yang mau belain dia." Selena mengangguk, dan dia paham kenapa Evelyn bisa setenang itu. Semua karena ada Moskov disampingnya yang akan melakukan apapun untuk Evelyn. "Dan kau, kenapa tiba tiba ingin bertemu dengan ku dan malah mengatakan semua nya? Bukannya kau juga dekat dengan nya?" Selena menaruh peralatan makannya. Lalu tersenyum ke arah Evelyn. "Aku memang dekat, tapi hanya formalitas. Karena aku butuh gaun dari butik aunty Luci untuk setiap pekerjaan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu