WARISAN DARI BAPAK
Setelah mencari, akhirnya aku bertemu dengan Perabotan Azzahra.
"Pagi, Pak," ucapku.
"Eh, Nak Helmi. Jalan kaki?"
Aku hanya mengangguk.
"Tahu gitu, kamu dijemput tadi. Ya sudah, Bapak mau ke rumah sebentar doang karena ada yang ketinggalan."
"Iya, Pak."
Semua perabotan di sini sudah ada harganya masing-masing. Ternyata, toko ini lumayan rame. Hingga siang hari, aku baru bisa istirahat.