Cinta Tiga Bidadari
Azizah merasa bersyukur, mungkin ini adalah jalannya, langkah awal yang bisa mengantarnya kepada dunia baru serta cara pandang yang lebih memanusiakan perempuan, bukan sekedar hayawanun nathiq, binatang yang bisa berbicara dan dipelihara oleh tuannya, yang dalam hal ini adalah suaminya.
Toko yang dimaksud tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya. Hanya memakan waktu perjalanan kurang lebih 15 menit. Letaknya sangat strategis, tepat di pinggir jalan provinsi yang tentunya ramai dilalui oleh berbagai macam kendaraan.
"Ini bukan toko namanya, tapi ruko, rumah toko," komentar Zahwa.
"Pantas aja kamu menyuruhku untuk tinggal sekalian di sini." Perempuan muda itu mengamati keadaan sekitarnya.
Chapitres populaires