Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Katanya, "Pergi ...." "Pak Deven, sekarang aku sudah di toko kain kafan. Kata pemiliknya, kita nggak bisa beli kain kafan tanpa tahu ukurannya. Kalau beli secara acak, takutnya nanti malah nggak pas. Gimana kalau aku beli yang all size saja?" ujar Alex Ragu-ragu. Deven tertawa kesal dan berkata sinis, "Kamu benar-benar asisten teladan!"
9.1231.7K viewsCompletedAdded to Library 8.3K Times as toko kain kafan terdekat
Show Reviews (85)
Read
+Library
Kikan Hapsari
Setelah sekian lama akhirnya baca lagi nih novel dengan perubahan alur yang makin seru (soalnya sekarang giliran karma buat Deven, jujurly senang banget akutu liat Deven tersiksa ...). Etatapiii napa TAMAT sih, kan si beruk Okto dan si kutil badak Irish belum dapat karma. Mungkin ada season ke 2 nih.
rania
kalau gak ada hilal terbongkarnya busuknya Oktober dan irish. gw bacanya sampai sini aja. mau hapus aplikasi nya. mengecewakan kayak sinetron gak ada ujungnya ni alur cerita. gw nonton sinetron aja ga suka aplagi baca drama yg bertele² kayak gini. melelahkan dg alurnya yg ga pernah maju majunya......
Read All Reviews
MISTERI SUMUR TUA

MISTERI SUMUR TUA

Mereka bertiga bergegas masuk ke dalam gudang, Pak RT menyalakan semua lampu agar ruangan itu terlihat terang dan mempermudah mereka mencari perlengkapan jenazah. “Pak RT, dimana tempat kain kafannya?” tanya Pak Arya, matanya berpendar ke seluruh isi ruangan itu. “Di lemari itu.” Tunjuk Pak RT ke lemari yang terletak di pojok belakang gudang itu. “Biar saya aja Pak, sampean bantu Pak RT angkat kerandanya.” Pinta Pak Ponidi. “Hehehe, mau aja di kibulin. Saya kan males angkat keranda, berat. Mending bawa kain kafan aja.” Gumam Pak Arya sambil tersenyum melihat ke arah Pak Arya.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
ISTRI YANG KAU BUANG DINIKAHI SULTAN

ISTRI YANG KAU BUANG DINIKAHI SULTAN

SEBENING CAHAYA CINTA 10 ** "Kamu serius, Mbak? Kamu mau tinggal di mana sekarang?" tanya Fikar saat aku sudah sampai di toko sekaligus studio kami. Di sini kami memasarkan produk kecantikan dan menjual pakaian juga. Karyawan sedang sibuk membungkus untuk di pasarkan. Aku dan Fikar berbicara berdua. Anakku masih sekolah. Rani sudah paud. Kebetulan Paud tak jauh dari tokoku.
1035.4K viewsOngoingAdded to Library 992 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Ibu berujar, namun tidak mengalihkan pandangan dari kalkulator. Dia sedang menghitung belanjaan pembeli yang lumayan banyak. "Aku mau cari kain, Bu. Buat bikin baju kondangan," ujarku seraya melihat-lihat deratan berbagai jenis kain di toko Ibu. "Siapa yang nikah? Safira?" Aku menoleh ke arah Ibu yang sudah ditinggal pergi pelanggannya. Dia berdiri, memberikan beberapa jenis kain yang bagus untuk dijadikan gaun pesta.
10497.3K viewsCompletedAdded to Library 12.9K Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Janda Cantik Milik Pak Dosen

Janda Cantik Milik Pak Dosen

Yang satu kenyamanan, yang satu lagi memanfaatkan! "Ya sudah, ayo." geram Layla berjalan mendahului Raffa yang terkekeh senang. Mereka-pun akhirnya memasuki toko pakaian khusus lelaki dengan merk ternama. Di dalamnya kebanyakan model pakaian casuan dan formal, cocok untuk para pegawai yang mencari busana pekerjaan. "Kalau kamu pegal, duduk saja di kursi sana." ucap Raffa begitu masuk ke dalam.
10782 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Dea sudah membayangkan rak besi di sebelah kiri akan dipenuhi tumpukan rapi gamis dan jilbab berbagai warna, sementara rak kanan khusus untuk dagangan Dimas yakni kaos cowok distro dan celana jeans pria. ​Tanpa mereka sadari, dari seberang jalan, tepat di pelataran parkir sebuah kafe kekinian yang dibatasi dinding kaca tebal, dua pasang mata tengah menatap mereka dengan kilat merendahkan. Seorang perempuan yang akhir-akhir ini memang sengaja mencari celah keburukannya. Lagi-lagi Laura memantau aktivitas Dea hari ini. Dia benar-benar pantang menyerah untuk mendapatkan cinta pertamanya, Hanif yang tak lain adalah sepupunya sendiri.
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 884 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Kembali untuk Merebut Kekayaan

Kembali untuk Merebut Kekayaan

Jelas-jelas kelompok ini sengaja mencari perkara dengan meminta hal tidak disediakan di sana. Toko ini hanyalah sebuah kafetaria tempat minum berbagai macam jenis kopi, bukan night club atau tempat pelacuran. Tubuh gadis pelayan kafe gemetar. "Tapi, Tuan-tuan, kami tidak menyediakan hal-hal seperti itu. Tidak ada ada minuman keras atau wanita untuk menghibur pelanggan." Mata Kenzo melotot. "Gue kagak mau tau. Tugas lu tinggal penuhin saja pesanan gue. Kalo kagak ...."
10695 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Aku Bukan Lagi Sugar Baby-Mu

Aku Bukan Lagi Sugar Baby-Mu

"Maaf, tadi aku sedikit lama, karena aku datang ke rumah temanku dan kami mengobrol dulu.” "Temanmu?" "Ya. Temanku yang punya Rein's shop." “Ah, toko itu aku tahu." Caca meninggikan suaranya sedikit. "Jadi itu toko milik temanmu?” "Kau sering belanja ke sana?”
1025.0K viewsCompletedAdded to Library 573 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

tanyaku mengalihkan suasana. “Benar nak Adhitama, kain-kain itu akan kami jual, sebagian lainnya kami buat pakaian sesuai pesanan pelanggan.” Jawab Aisyah. “Selain kain motif, ada juga yang polos seperti kain itu?” tanya Ailuna menunjuk kain yang berada di pojok ruangan. “Oh, itu kain kafan.” Aku merasakan tubuh Ailuna menegang seketika, dia menoleh ke arahku dengan pandangan yang membuat hatiku semakin nyeri.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Pandangannya sempat tertuju pada kawasan makam, tetapi dengan cepat menoleh kembali ke jalan. “Benar, Kang Aep,” jawab Rojali, “tapi ... ada hal ganjil lain yang saya liat.” “Apa itu?” Aep menipiskan jarak, lantas menyisir pandangan ke sekeliling. Persawahan yang biasanya diramaikan aksi cangkul dan lenguhan kerbau, kini hanya menyuguhkan suara gemerencik air. “Saya ... liat kalau kain kafan yang membungkus jenazah ... warnanya hitam,” jawab Rojali.
9.775.0K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as toko kain kafan terdekat
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status