ARWAH SI KEMBAR
Ibu menangis sesengukan setelah mengatakan kenyataan itu kepadaku.
Aku terpaku mendengarnya, bagaimana tidak, aku bisa tak tahu kalau aku memiliki saudara kembar, walau pun sebelumnya aku memang sempat curiga, karena arwah itu begitu mirip denganku.
"Maafkan Ibu yang tak pernah memberitahumu!"
"Apakah itu benar, Bu?" tanyaku meyakinkan.
"Benar, Nduk."
***
"Pak, ada dua berita yang akan saya sampaikan, yang pertama berita baik, yang kedua berita buruk," kata Dokter yang menangani persalinanku.
Hot Chapters