Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Untuk melihat burung itu lebih dekat lagi. “Ini burungnya kelihatan agak lemes gitu. Nanti keknya mau dikasih obat apa ya?” Sambil membuka pintu sangkar Arif memegang burung yang sudah lemas itu. “Besok pergi aja ke klinik hewan nanti bawa burungnya biar diperiksa.” Bayu memperlihatkan layar ponselnya. “Lihat, ini beberapa tempat klinik yang bisa kamu datangi.”
1047.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
Life or Not

Life or Not

“Terimakasih. Tapi sebelum itu ada yang ingin ku tanyakan lagi.” “Silahkan tentu saja aku akan menjawabnya.” “Dari mana kau membeli semua obat-obatan yang di pakai di sini?” “Aku membelinya dari perusahaan lain yang berada di kota Domino. Nama perusahaan itu “Hollo Farma.” Aku sengaja membeli dari sana karena temanku bekerja di sana dan itu akan memudahkanku.” “Begitu rupanya baiklah terimakasih untuk waktunya.”
104.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 151 Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
Pendekar Naga Petir

Pendekar Naga Petir

“Apa kau tahu toko mana yang menjual bahan obat berkualitas di kota ini?” Pelayan muda itu menatapnya sebentar, lalu tersenyum ramah. “Oh, kalau bahan obat, yang paling terkenal itu Toko Seribu Daun, Tuan. Letaknya di sebelah barat alun-alun utama. Tapi harganya agak mahal.” Qin Shan mengangguk. “Tidak masalah. Terima kasih.”
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Bau sayur layu, minyak lama, asap tungku, dan keringat orang yang berjalan jauh bercampur di antara kios-kios kayu, sementara di ujung jalan, papan toko obat Surya Xu menggantung di bawah atap genteng tua. Toko itu tidak besar, tetapi terasa berbeda dari kios kudzu dan sayur. Rak kayu memenuhi dinding, laci-laci kecil diberi tanda tinta, bungkusan obat diikat tali rami, dan timbangan kecil diletakkan dekat batu penekan kertas yang menahan catatan harga agar tidak mudah dilihat pembeli.
108.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 194 Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
Kembalinya sang Dewa Perang

Kembalinya sang Dewa Perang

Ini adalah Unique Care, dan ada ratusan toko obat di sekitar Unique Care, dan toko obat ini tidak menjual berbagai macam obat langka, melainkan ampas obat yang merupakan barang terlaris di Kota Boulmer. “Tuan, belakangan ini, di Kota Takari muncul sesuatu yang bernama obat kesehatan dengan jumlah besar, aku sudah mengutus orang untuk mempelajari bahan-bahannya dengan cermat. Lalu cara membuatnya, metode pemurniannya, dan bahkan kemanjuran obatnya!” ujar salah satu karyawan Unique Care membawa sebutir obat kesehatan dan berjalan masuk ke dalam kamar pemilik rumah.
9.6761.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30.5K Beses bilang toko obat burung terdekat
Ipakita ang mga Review (85)
Read
+Library
Imgnmln
Kakak-kakak semuanya, reader tersayangkuu^^ mohon maaf sebelumnya, author izin buat ga up tanggal 17,18,19 yaa? Author akan up lagi tanggal 20 gapapa? Hihi~~ author mau refreshing dulu dihari Kemenangan para pahlawan kita! Dirgahayu Indonesiaku-79! Nusantara Baru, Indonesia Maju! lope sekeboooon<333
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Basahin ang Lahat ng Review
Batal Akad

Batal Akad

jawab Ali sembari bangun dari duduknya. Ketiganya berjalan keluar kampus, menuju minimarket yang ternyata tidak jauh dari rumah tante Farah. Tempat di mana Farah tinggal selama kuliah di Humboldt. Ali mendapatkan aneka obat di minimarket tersebut. Mulai dari Tolak ****n, Han***last, Bo**ex, Mixag***b, dan masih banyak yang lainnya. "Kamu mau jualan obat?" tanya Farah heran.
9.921.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 546 Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar

Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar

Suzie segera berkata. "Mungkin saja Toko Obat Tandi ada! Itu adalah toko obat terbesar di ibu kota provinsi, mereka bekerja sama dengan Sembilan Klan Kultivasi Terbesar dan pemerintah provinsi untuk mengumpulkan obat-obatan berharga dari seluruh dunia." "Hanya saja harganya nggak murah, aku sendiri bahkan merasa biaya pengobatannya sangat nggak masuk akal! Bahkan biaya konsultasinya saja sudah sangat mahal kalau kamu pergi ke sana!"
9.31.8M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 59.5K Beses bilang toko obat burung terdekat
Ipakita ang mga Review (491)
Read
+Library
Arthur Parengkuan
Daya imajiner penulis luar biasa.Mampu mengendalikan bahkan terkadang membiarkan emosi dan pikiran pembaca tersalur lewat mata yang seturut dengan laju lambatnya kalimat per kalimat yang akan dilewatinya bersama rasa penasaran akan hal yang akan terjadi di depannya...peran tokoh salut buat penulis..
Danny Langoi
ceritanya payah...kenapa baru sekarang si kakek mengamcam Luna dengan abu mendiang ibu Luna yang mau dibuang ke sungai, waktu perjodohan awal dengan keluarga Tier kenapa tidak pake ancaman itu..? trus kenapa Lunanya mau juga mengikuti ancaman kakek nya, mau mengikuti keinginan kakek nya ...payah......
Basahin ang Lahat ng Review
Rahasia Nakal Sang Mahasiswi

Rahasia Nakal Sang Mahasiswi

Jantungnya berdegup jauh lebih kencang hingga menimbulkan rasa tidak nyaman yang mencekat di tenggorokan. ​Pesan dari Mr. Jiwa ini membuktikan satu hal yang sangat jelas bahwa bajingan itu masih berada di sekitarnya dan sedang mengawasinya secara langsung dari suatu sudut yang tidak bisa ia lihat dan tahu. Mr. Jiwa tahu dia membeli Ayam Sichuan, dan tahu bahwa saat ini dia sedang berada di dalam apotek untuk membeli obat flu.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

“Memangnya Om tinggalnya di mana?” “Saya tinggal di apartemen, bapak tahu sendiri. Di apartemen tidak diijinkan memelihara unggas maupun burung.” Setelah mendengar perkataan Darko pedagang burung ini pun segera memakluminya dan tidak jadi menawarkan burungnya lagi. Darko hampir dua jam di pasar unggas ini melihat berbagai burung yang di jual di pasar ini.
9.6171.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.0K Beses bilang toko obat burung terdekat
Ipakita ang mga Review (26)
Read
+Library
MN Rohmadi
Penulis mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan dukungan pembaca setia MENANTU SANG JENDRAL BESAR yang masih setia mengikuti perjalanan Darko. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca setia yang sudah memberikan Gem maupun Vote untuk Novel ini..........
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Basahin ang Lahat ng Review
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Wajah-wajah mereka semua terlihat lega saat melihat kedatangan Hakya. Hakya merasa berhutang rasa terima kasih kepada burung gagak yang sudah membantu membawa mereka ke pinggiran sungai itu, karena memang di pinggiran sungai itu banyak sekali tumbuhan obat dan juga memudahkan mereka semua mencari makanan tanpa perlu meninggalkan teman-teman yang sedang sakit.
9.888.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang toko obat burung terdekat
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status