Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kedua Tak Berarti Pelakor

Istri Kedua Tak Berarti Pelakor

Disodorkan air mineral oleh terapisnya yang langsung dibuka dan diteguk. “Hari ini kemajuan yang luar biasa,” ujar terapis Rangga. “Dalam dua kali terapi berikutnya semangat Pak Rangga tidak kendur dan hasil pemeriksaan terakhir dengan Dokter membaik, kita bisa ganti penggunaan kursi dengan tongkat.” Rangga menganggukkan kepalanya setelah mendapatkan penjelasan dari terapis mengenai kondisinya. Saat keluar ruang terapi, sudah ada Gema asisten Rangga di kantor.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

“Mungkin aku lupa naruh…” Kejanggalan berikutnya terjadi esok pagi. Kursi salon favoritnya terasa sangat panas. Bukan hangat nyaman seperti biasanya, melainkan panas menyengat seperti baru dijemur di atas aspal jam dua belas siang. Ketika Bu Tatik, pelanggan tetapnya, duduk di sana, ia langsung menjerit dan loncat sambil memegangi bokongnya. "Wiwin! Kamu masak kursi ini apa gimana sih?! Bokongku kayak dibakar dukun!"
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Pintu kantor di ujung tangga itu terbuka dengan engsel berkarat yang memekik nyaring. Mataku langsung menangkap pemandangan sebuah ruangan yang jauh dari kata rapi. Kursi direksi besar berbahan kulit sintetis hitam yang sudah mengelupas di beberapa bagian berdiri megah di balik meja lebar. Itu jelas singgasana pemilik dealer ini, yang mereka sebut Bang Oji, kalau tidak salah dengar tadi.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
LONELY TOGETHER

LONELY TOGETHER

Tempat perabotan seperti kursi dan set meja serta lemari dan rak. “Kursi untuk ruang tamu? Bukan sofa?” Gaia bertanya melihat ruang tamu dalam gambar di ponsel milik Raga. Laki-laki itu masih memperhatikan beberapa kursi yang cukup ramping dari kayu di sana. Gaia kemudian memperhatikan sebuah kursi dengan rongga di bagian bawahnya. Ada beberapa macam ukuran dan sepertinya unik dengan design di rongga yang mungkin bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan. “Ini aja? Cukup murah, kita bisa beli kursi dan mejanya terpisah?” Gaia terlihat cukup senang dengan apa yang dia pilih. Raga masih diam dan menunjukkan ekspresi yang tidak setuju tentu saja.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Kududuk di kursi panjang yang terbuat dari bambu yang di atasnya terdapat dua bantal kecil, dan depan bangku itu terdapat satu meja kecil yang ditengahnya di beri vas bunga berwarna hijau. Siapapun yang datang berkunjung kerumah pasti akan di jamu di kursi itu. Itu kursi satu-satunya yang kami punya. Sambil menunggu, kuangkat vas bunga dan kutaruh di bawah kolong meja, lalu kubentangkan kaki ke atas meja. Badanku sedikit pegal dan perutku terasa kenyang.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Sang Detektif

Hasrat Terlarang Sang Detektif

Greg menahan kursi. Pria itu duduk di kursinya sendiri setelah memastikan Tara duduk dengan nyaman. Dia merogoh pouch kulit kecil di tangannya. Dari dalamnya, dia mengeluarkan sebuah benda kecil terbungkus sarung kulit hitam dengan ornamen metal silver di atasnya. Sesosok wanita membungkuk ke depan, kedua tangan terentang ke belakang, kain di pundaknya berkibar seperti sayap. Spirit of Ecstasy. Bersama benda itu, selembar dokumen lisensi kepemilikan.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tongkat kursi
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Novi Kurniawati
ceritanya seru banget.... teka tekinya bikin bingung tapi bikin penasaran.. kalian harus baca sih soalnya makin di baca makin pusing dengan tekateki tambah penasaran jadi nagih + bingung gitu loh ...
muiz
Racikan ceritany gud, pembaca tuh diajak ikut tertarik dua arah. Antara profesionalitas vs perasaan. Kebawa mas Greg ngejar kebenaran atau terlena urusan hati wkwk. Dialognya bagus, ada dinginnya profesional tapi ada hangatnya cinta yang dipaksa tertahan. bikin baper tapi gak norak🫶...
Baca Semua Ulasan
Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Singkat, padat, dan tidak menerima bantahan. Ararya kemudian berjalan menuju sebuah kursi sofa berbentuk aneh—kursi Kamasutra yang diletakkan di sudut strategis, memberikan pandangan luas ke seluruh ruangan. Ia duduk di sana, menyandarkan punggungnya dengan santai, namun matanya yang gelap mengunci setiap pergerakan Btari. Keangkuhannya kini bersenyawa dengan gairah yang sudah membumbung tinggi.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

’ Pak Indra bicara dalam hatinya. “Jika anda ingin bersantai di taman, ada beberapa meja dan kursi yang disediakan,” ucap Mira yang seketika memuyarkan pikiran Pak Indra tentang Harno. Mira menunjuk ke sisi utara lebih dulu. Dimana ada kursi panjang yang dianyam. Dalam bahasa setempat, kursi itu biasanya disebut lincak. Kursi itu diletakan agak jauh dari pohon mangga yang cukup tinggai dan sangat dekat sekali dengan pohon palem.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
WRONG TURN

WRONG TURN

Satu-satunya indikasi hanyalah napasnya pendek dan lebih cepat. Gabe datang dari lantai atas, membawa kursi yang lebih tepat untuk situasi ini, dengan punggung kursi terbuat dari kayu sungguhan dan kaki yang lebih panjang dari pada kursi desainer pendek yang ada di sini. “Aku punya satu.” Dia menaruh kursi itu di antara sofa dengan sedikit suara kayu menyentuh lantai terdengar yang membuat Tennyson kaget.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Meja dan kursi terlihat terbuat dari kayu jati, berat dan kuat. Di atas kursi duduklah seorang pria yang tak lain adalah Dodi. Ia tengah meminum secangkir kopi dengan nikmat, matanya memandangi Grita tanpa ekspresi. Grita menutup pintu dan berjalan mendekat. Di meja sudah tersedia secangkir teh untuknya. “Duduk,” ucap Dodi. Grita menurut, tapi tak tertarik menyentuh teh itu.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status