Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dekapan Tuan Penguasa

Dekapan Tuan Penguasa

"Ini urusan pribadiku dengan tunanganku?" Alis Nicholas mengernyit. "Tunangan?" ulangnya. Tatapan Nicholas beralih sejenak pada Caroline. "Apa kau mengakuinya?" Caroline segera menggeleng. "Kau lihat?" ujarnya, tersenyum sinis. "Kau bahkan tidak diakui sebagai tunangan di sini." Chris mengepalkan tinjunya. Ia baru ingin menyentuh kursi roda Caroline saat Nicholas sigap menarik kursi roda tersebut mendekat padanya.
469 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as tongkat kursi
Read
+Library
Tulang wangi

Tulang wangi

Gua reflek berdiri, kursi kayu nyeret bunyi. “Innalillahi... kapan meninggalnya?” “Cikeneh, Jang. Lima belas menitan tadi.” Hati gua langsung nyesek. “Sakit apa?” Mereka saling tatapan, wajahnya ragu. “Duka atuh. Permisi, Jang, punten!” Mereka buru-buru jalan lagi. “Iya, Kang. Mangga...” Gua masih diem, mata ngikutin langkah mereka sampai hilang di ujung jalan.
435 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as tongkat kursi
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Dia merupakan suara dari senjata pusaka milik Lintang, sebuah tongkat kayu lusuh yang terlihat jelek di mata orang-orang. Tetapi jangan salah, tongkat itu adalah pusaka sakti yang bahkan mampu membunuh bangsa dewa. Di beberapa dunia, tongkat milik Lintang mempunyai julukan Tongkat Semesta. Satu-satunya senjata hasil ciptaan alam dari ketidaksengajaan. “Apa kau pernah melihatnya? Ada yang aneh dengan pemuda itu?” tanya salah satu ketua sekte pedang Kahuripan.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as tongkat kursi
Read
+Library
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

Meja dan kursi kakak Kendrik memang berbeda dari meja karyawan lain. Meja kursi yang digunakan sang bos Ren's Writer itu adalah meja-kursi ala kerajaan berwarna merah yang pinggirannya dilapisi ukiran warna emas. Kursinya lebih mirip dengan kursi penyanyi Syahrintul ketimbang kursi kantor. "Eh, ada apa adik kampret?" Kendrik masih berdiri memandang kakaknya dengan tajam. Kedua tangannya pun mengepal, siap melayangkan bogeman.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as tongkat kursi
Read
+Library
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Akina dengan sigap menggeser tubuhnya dan duduk di kursi yang sebelumnya Akira tempati. Menyadari jika ini waktunya untuk para perempuan, ayah dan Akito beranjak dari kursinya dan izin pergi ke depan rumah, pamit mau mencari udara segar meskipun Tante Miyaki langsung menebak kalau mereka berdua mau merokok sejenak. “Karena dia tampan?” ujar Giselle setengah bercanda. Akina terkikik mendengar jawaban Giselle.
1029.5K viewsCompletedAdded to Library 619 Times as tongkat kursi
Read
+Library
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Salah satu di antaranya ada Yadin selaku pemimpin dunia, juga ada Saming yang jadi juri, serta beberapa peramu pil terkenal di Dunia Singhen. Di depan tempat duduk, terdapat konter dengan rak-rak yang berisi berbagai macam tanaman obat spiritual langit dan bumi. Tanaman obat itu memancarkan warna-warna cerah dan menebarkan aroma yang memikat. Di depan tanaman-tanaman obat itu juga terdapat 31 tempat duduk. Pada saat ini, semua kursi telah terisi oleh peramu pil. Tinggal satu kursi kosong. Chandra tahu kalau kursi kosong itu miliknya. Dia berjalan ke kursi kosong itu dan duduk.
9.11.9M viewsCompletedAdded to Library 44.7K Times as tongkat kursi
Show Reviews (251)
Read
+Library
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Read All Reviews
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

“Mungkin aku lupa naruh…” Kejanggalan berikutnya terjadi esok pagi. Kursi salon favoritnya terasa sangat panas. Bukan hangat nyaman seperti biasanya, melainkan panas menyengat seperti baru dijemur di atas aspal jam dua belas siang. Ketika Bu Tatik, pelanggan tetapnya, duduk di sana, ia langsung menjerit dan loncat sambil memegangi bokongnya. "Wiwin! Kamu masak kursi ini apa gimana sih?! Bokongku kayak dibakar dukun!"
871 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as tongkat kursi
Read
+Library
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Pintu kantor di ujung tangga itu terbuka dengan engsel berkarat yang memekik nyaring. Mataku langsung menangkap pemandangan sebuah ruangan yang jauh dari kata rapi. Kursi direksi besar berbahan kulit sintetis hitam yang sudah mengelupas di beberapa bagian berdiri megah di balik meja lebar. Itu jelas singgasana pemilik dealer ini, yang mereka sebut Bang Oji, kalau tidak salah dengar tadi.
4.1K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as tongkat kursi
Read
+Library
LONELY TOGETHER

LONELY TOGETHER

Tempat perabotan seperti kursi dan set meja serta lemari dan rak. “Kursi untuk ruang tamu? Bukan sofa?” Gaia bertanya melihat ruang tamu dalam gambar di ponsel milik Raga. Laki-laki itu masih memperhatikan beberapa kursi yang cukup ramping dari kayu di sana. Gaia kemudian memperhatikan sebuah kursi dengan rongga di bagian bawahnya. Ada beberapa macam ukuran dan sepertinya unik dengan design di rongga yang mungkin bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan. “Ini aja? Cukup murah, kita bisa beli kursi dan mejanya terpisah?” Gaia terlihat cukup senang dengan apa yang dia pilih. Raga masih diam dan menunjukkan ekspresi yang tidak setuju tentu saja.
959 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as tongkat kursi
Read
+Library
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Kududuk di kursi panjang yang terbuat dari bambu yang di atasnya terdapat dua bantal kecil, dan depan bangku itu terdapat satu meja kecil yang ditengahnya di beri vas bunga berwarna hijau. Siapapun yang datang berkunjung kerumah pasti akan di jamu di kursi itu. Itu kursi satu-satunya yang kami punya. Sambil menunggu, kuangkat vas bunga dan kutaruh di bawah kolong meja, lalu kubentangkan kaki ke atas meja. Badanku sedikit pegal dan perutku terasa kenyang.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as tongkat kursi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status