Bara Dendam Sang Prabu Boko
Keheningan pasca-pertemuan adalah indikator terjelas bagi mereka.
"Jangan menangis, Gusti Ayu Tamer," ujar Wulan sambil menggenggam erat tangan wanita muda itu, kehangatan dari sentuhannya mencoba meredakan guncangan emosi yang Tamer rasakan. Ia berbicara dengan suara lembut namun tegas, menunjukkan kekuatan yang tersirat dalam tiap tutur katanya. "Bukanlah kebahagiaan sejati semata-mata bergantung pada peraduan Raja. Ada banyak cara untuk menjalani kehidupan sebagai seorang Ratu, meskipun tanpa perhatian penuh dalam makna intim dari sang Raja." Wulan menyeka tetesan air mata di pipi Tamer dengan ibu jarinya, "Anda memiliki kehormatan yang tinggi, Anda memiliki pengaruh yang luas di balik ta
Hot Chapters