Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Mungkin kalau ada teknologi teleportasi, Jayden akan menggunakan itu untuk menjemput Tito dan Lih bagai induk kucing yang memungut anak-anaknya. “Carissa masuk rumah sakit. Semalem habis jatuh dari tangga basecamp.” “Tangga basecamp?” ulang Jameka syok. Debar jantungnya mulai menunjukkan peningkatan lantaran pikiran positifnya sudah diserbu hal-hal negatif. Seperti: kenapa ia lupa sama sekali soal Carissa yang notabene pacarnya Tito? Kendati menurut Jameka amat wajar bila seorang pacar pergi ke tempat tinggal pacarnya, kenapa Carissa ada di basecamp tadi malam? Kapan tepatnya? Apakah setelah Tito mengantarnya pulang?
774 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as tremors 5: bloodlines
Read
+Library
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Maka perlahan warna hitam itu mulai pudar sedikit demi sedikit. "Ckkk...." Decih Kesia tak percaya pada ucapan James. Setahunya keluarga Vladimir tidak punya ikatan darah sama sekali dengan keluarga Champell. Apalagi sampai ikatan darah yang begitu spesial? Darah vampire.
10759 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as tremors 5: bloodlines
Read
+Library
Broken Wings

Broken Wings

selidiknya. "Ya, seperti yang aku ceritakan kemarin padamu di private chat, seseorang tak sengaja melindasnya dengan troli ketika terjatuh dari tanganku." Tentu saja aku meniadakan cerita ketika dilabrak oleh Nisya–istri Dendra. "Seperti ada yang ganjil dari ceritamu," ungkapnya. "Bagian mananya yang ganjil?" Aku berusaha menutupi kegugupanku.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as tremors 5: bloodlines
Read
+Library

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang menggelitik tentang zombie yang terus kembali menghantui dunia hiburan, dan 'Day of the Dead: Bloodline' adalah salah satu upaya untuk menghidupkan kembali kegilaan itu. Film ini merupakan reboot dari waralaba klasik George A. Romero, tapi dengan sentuhan modern. Ceritanya berpusat pada Zoe, seorang mahasiswa kedokteran yang terjebak dalam wabah zombie di sebuah bunker militer. Konflik utama muncul ketika Max, zombie yang dulu mencintainya, kembali sebagai makhluk setengah sadar yang mempertahankan ingatan manusia. Film ini mencoba menggabungkan elemen horor dengan drama psikologis, meski hasilnya kadang terasa dipaksakan.

Yang menarik dari film ini adalah eksperimennya dengan karakter zombie 'pintar'. Max bukan sekadar mayat hidup haus darah—ia punya agenda sendiri. Sayangnya, alur ceritanya sering terjebak dalam klise, seperti konflik internal antar manusia yang terlalu melodramatis. Adegan action-nya cukup solid, tapi kurang mampu menutupi kelemahan narasi. Bagaimanapun, bagi penggemar genre zombie yang haus tontonan baru, film ini masih layak dicoba—asal tidak berharap terlalu tinggi.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status