Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Di ruang keluarga yang hening ini, tanpa interupsi gawai, logika itu menampar keras gaya kepemimpinan Arjuna selama belasan tahun terakhir.
Selama ini, dia selalu menjadi tiran yang mengendalikan setiap detail. Dia selalu menahan "balok" perusahaan agar tidak jatuh, menekan bawahannya agar tidak membuat kesalahan, mengisolasi orang-orang terdekatnya dari risiko kegagalan dengan dalih perlindungan absolut.
Dia tidak pernah memberi ruang bagi siapa pun untuk gagal dan belajar berdiri sendiri.
Arjuna menundukkan kepala sejenak. Pria itu mengangguk pelan. Sangat pelan.