Pembalasan Wanita Terhina
"Kau … berani menonjok!?" Roni menatap Raihan dengan perasaan geram, merasa terhina dirinya, lelaki miskin yang ia anggap hanya butiran debu berani menyerang dirinya, Roni meraih benda pipih yang berada dalam sakunya lalu menghubungi seseorang, Raihan juga terlihat menghubungi seseorang, terbeliak mata Roni saat melihat benda pipih bermerk apel kroak keluaran terbaru yang sedang Raihan genggam, lalu ia tersenyum sinis dan mengejek, Roni mengira itu hanya ponsel replika lalu melanjutkan percakapan dengan seseorang melalui sambungan selulernya.
Hot Chapters