Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

"Iya, tapi dibuat lenyap tak berbekas." Saimah mendengar ucapan Kesi barusan seketika terkejut. Wanita berparas ayu ini memandang ke arah Kesi dengan mengerutkan dahi. Ia baru sekarang mengetahui cara tumbal seperti itu. Selama jadi pendamping ritual, dirinya hanya tahu para korban yang ditumbalkan selalu hangus terbakar. Tak pernah ada korban yang seketika lenyap. "Aneh. Baru sekarang aku tahu. Pasti bukan tumbal di Gunung Kemukus."
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Akhirnya dengan terpaksa aku membersihkan tai kambing itu seorang diri, karena Toni dan Bella menolak saat aku meminta bantuan kepada mereka *** Malam jumat kliwon sudah tiba, dukun yang akan mengobati penyakitku sudah siap Seperti biasa sebelum ritual dimulai semua persyaratan aku kumpulkan didepan dukun tersebut Diantaranya kambing bulu hitam sang pemeran utama, kembang tujuh rupa, kelapa hijau, dan beberapa persyaratan lain Toni tidak pernah mau melihat proses ritual pengobatanku bagaimana, dia memilih menunggu diluar dan asik dengan ponselnya "Oke kita mulai, kambingnya harus dimandikan dulu menggunakan kembang 7 rupa." ucap dukun tersebut
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

“Malam ini adalah malam bulan purnama yang ke tujuh belas. Setiap tujuh tahun sekali, para pemuja setan itu selalu melaksanakan ritual mereka dengan mengorbankan para binatang dan bahkan juga manusia. Mereka akan mencari wanita-wanita perawan dari luar daerah untuk dijadikan sebagain tumbal bagi Iblis yang mereka anggap sebagai dewa mereka yang agung dan suci. Dulu, kondisi mereka semua tidak sesulit ini. Akan tetapi sekarang, mereka semua benar-benar dalam kesulitan. “Dulu, setiap dua sampai tiga hari sebelum acara ritual itu dilaksanakan, biasanya tumbal-tumbal itu selalu diantar tepat waktu oleh beberapa orang psikopat gila yang sudah menjadi langanan mereka. Para psikopat itu selalu meng
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
Padang : Lantai Pertama

Padang : Lantai Pertama

Tampaknya mereka sangat bersemangat untuk pergi. Anak-anak yang ditinggalkan menatap tembok dengan tatapan kosong, dan Sahya tahu alasannya. Menurut penjelasan Pato, awal musim hujan membawa serta Festival Langit dan beberapa ritual. Yang paling penting dalam ritual ini adalah Kebangkitan Kekuatan Roh Tahunan. Seorang anak akan berubah menjadi pejuang roh jika ia berhasil membangkitkan kekuatan rohnya; jika tidak, ia harus menunggu satu tahun lagi.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Ritual ini dinamakan dengan Ritual Sumpah! Tujuannya adalah untuk mengikat sebuah perjanjian agar seseorang bisa menyelesaikan sebuah misi yang besar dengan segenap jiwa raganya. Bahkan ritual ini akan membuat seseorang terikat jiwanya, dan jiwa tersebut akan terus hidup bereinkarnasi untuk melakukan misi yang sama. Dan sekarang ritual inilah yang aka dijalani oleh Buana dan Segara. Di bawah bimbingan Mpu Badingga, mereka berdua disuruh bertelanjang bulad hingga tanpa mengenakan sehelai pun kain.
9.947.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tumbal the ritual
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Tidak. Mereka datang ..., karena kita akhirnya mulai mendengar.” --- Pada malam ketujuh, Tilangkar mengadakan Ritus Pendengaran Pertama. Di puncak Tanggul Tua, warga berdiri diam, menghadap gurun. Tak ada senjata, hanya nyala lentera dan gulungan kertas. Zuminten melangkah ke depan. Dia membawa segulung catatan kuno, berisi nama-nama yang dulu dihapus. Dengan suara lantang dan gemetar, dia membaca:
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

“Tujuan akhirnya hanya satu yakni membuatmu menderita hingga... maaf... salah satu di antara kalian kehilangan nyawa. Entah dirimu atau janin yang ada di dalam kandunganmu.” Ia mengepalkan jemarinya. “Selama ritual belum mencapai akhirnya, tumbal tidak boleh mati. Jika tumbal tewas lebih dulu, kutukan akan kehilangan wadahnya dan mengamuk. Korban yang menjadi sasarannya akan menerima seluruh dampak kutukan sekaligus." “Apa?” Isabella tersentak.
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
JURNALIS JENIUS MENGUNGKAP MISTERI PEMBUNUHAN

JURNALIS JENIUS MENGUNGKAP MISTERI PEMBUNUHAN

Dia mengisyaratkan mereka untuk duduk, dan Danu, Sari, dan Ujang duduk mengelilingi kepala desa, mata mereka terfokus padanya, jantung mereka berdetak kencang dengan campuran ketakutan dan tekad. Pak Tarman mulai berbicara, suaranya rendah dan berat, saat dia menceritakan sejarah mengerikan dari perjanjian yang telah mengikat Desa Tumbal dengan roh hutan selama beberapa generasi. Dia bercerita tentang keputusasaan dan ketakutan yang mendorong nenek moyang mereka membuat keputusan yang sangat fatal, tentang ritual yang menuntut pengorbanan manusia setiap bulan purnama untuk menjaga perlindungan desa.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

TULPA 14. Alasan yang Belum Terkuak "Aku masih bingung apa alasanmu menjadikan aku kekasihmu," celetukku membuat Kelam yang duduk di sampingku menoleh. Suara deruman montor yang sengaja dimainkan oleh para penggunanya membuat suasana ricuh. Bahkan, teriakkan para penonton, menyemangati pilihan mereka semakin membuat suasana memanas. Bahkan, tidak sedikit yang melakukan taruhan kepada pilihan masing-masing. Untuk pertama kalinya, aku menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Tidak pernah terlintas di kepalaku bahwa ada tempat semacam ini. Apa serunya coba? Aku dibuat bingung dengan tingkah anak remaja sekarang. Sebuah genggaman tangan membuatku kembali menoleh kepada Kelam, dia mengulas senyum
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai tumbal the ritual
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status