Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Tangannya yang mungil terulur ke arah mereka, sementara di belakangnya, bayangan hitam besar berdiri, tak bergerak, tak bernapas, hanya menatap mereka dengan mata kosong yang bersinar merah. “Tumbal,” suara itu menggema, tak berasal dari mulut siapapun. “Kau tak bisa lari.” Lila duduk di lantai, tubuhnya menggigil memeluk selimut basah yang masih meneteskan darah. Bima mondar-mandir di ruang tamu, mencoba berpikir jernih meski pikirannya terus dihantui suara-suara dari gudang.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as tumbling
Read
+Library
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

"Dan sepertinya Rumi mati bukan karena tumbal, tapi karena--" "Apa, Mas? Kamu mulai berpikir negatif sama Mama, ya?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as tumbling
Read
+Library
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

Amanda berjalan pelan keluar dari kamar, takut Angga akan terbangun bila tidak hati-hati. "Auh!" Amanda meringis, memegangi pergelangan kaki yang terkilir. Ia berusaha untuk bangun sendiri, Perutnya benar-benar melilit minta diisi, bukannya berdiri Amanda malah terjatuh lagi dan tak sengaja menyenggol Guci hiasan di dekat tangga. "Astaga!" ucapnya terkejut lalu menutup mulut, takut Angga akan bangun dan kembali marah kepadanya.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as tumbling
Read
+Library
Tulang wangi

Tulang wangi

Kayak ada tangan halus yang maksa. Keringat dingin udah netes. Bibir gua bergetar. Gua coba tahan mata biar gak kebuka, tapi tengkuk gua… bergerak sendiri. Akhirnya tengkuk gua berhenti berputar. Kepala gua udah full nengok ke belakang—tapi mata masih merem rapet. Suara kidung itu masih kedengeran… pelan… makin pelan…
524 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as tumbling
Read
+Library
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Tanya Maya kepada sesosok laki-laki itu. “Kamar itu! Setiap jum’at malam, kami akan meminta tumbal dari wilayah ini! Tak pandang usia, tak pandang jenis kelamin! Siapapun itu, Jika ada orang yang sekali saja menyebut nama kami pada saat jum’at malam, percayalah, orang itu akan lenyap seketika, hahaha” “Mengapa!? Mengapa kalian melakukan itu?”
1010.6K viewsOn holdAdded to Library 253 Times as tumbling
Read
+Library
TWELVE

TWELVE

Tap’ Suara langkah seseorang yang terdengar mendekati. Jantung kembali berdetak dengan kencang membuat nafasku memburu seakan baru menyelesaikan lari marathon. Jantung seakan berhenti berdetak, saat mataku menemukan bayangan hitam itu sudah berdiri tepat di hadapanku. Aku tidak berani mengangkat wajah, hanya bisa menatap bayangan di bawah pagar dengan nanar. Aku menelan ludah, mencoba membasahi tenggorokan yang kering dan terus berusaha mengembok pagar dengan tangan yang bergetar. Di dalam hati aku terus berdoa agar bayangan itu pergi. Aku merutuki ketakutan yang menyelimuti hingga membuat tangan berkeringat dan bergetar dengan hebat.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as tumbling
Read
+Library
Tangisku

Tangisku

Braghh!!!!!!!. Suaraku menjatuhkan sebuah kotak, kotak itu berisi foto polaroid kecil-kecil tentu fotonya random seketika terjatuh dan berantakan tanganku gemes ingin membereskannya tapi rasa raguku foto siapakah itu membuatku tak jadi membereskannya. Kenapa justru aku melamun takut akan sebuah tangisan yang menyiksaku lagi tanpa pikir panjang aku harus membereskan nya.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as tumbling
Read
+Library
TUMBAL UNTUK MADUKU

TUMBAL UNTUK MADUKU

Perjanjian tumbal yang di buat oleh Alana dengan makhluk ghaib tersebut akhirnya membuat boomerang dirinya sendiri. Tubuh Alana mulai merosot ke bawah, menatap nanar wajahnya sendiri di cermin, wajahnya yang asli, wajah yang sangat menjijikkan dan tidak secantik yang di puji oleh orang-orang dan suaminya selama ini. Alana menangis dan mengusap wajahnya sendiri, dia benar-benar sangat ketakutan hingga membuatnya melemparkan sesuatu ke arah cermin tersebut dengan keras dan membuat cermin itu pecah seketika.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 173 Times as tumbling
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Meskipun demikian, sebagai orang yang sedang menuju tahap dewasa aku harus mulai mempertimbangkan banyak hal dan dan juga bertanggung jawab atas segala perbuatan yang aku lakukan sendiri. Ingatanku kembali melayang ke beberapa saat yang lalu. Tepat dimana terjadi insiden kecil yang berhasil menggelincirkan ponselku dari genggaman tangan. Sialnya, itu terjadi saat aku baru saja mulai menuruni tangga sehingga benda persegi itu melayang tanpa hambatan dari ketinggian yang cukup mengerikan. "Tapi itu layarnya mati total loh, Dek. Nggak bisa di apa-apain kan?"
1.5K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as tumbling
Read
+Library
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Suara beberapa ekor burung gagak pun terdengar mengitari mereka. Marwoto diminta untuk menggali lubang. Setelah di rasa cukup, Darman akan memasukkan sisa tulang belulang ke dalam lubang sambil membaca mantra. Tiba-tiba, sesuatu tanpa wujud merampas tulang belulang yang sudah terikat. Jantungnya berdegup kencang dan keringat dingin mengalir di dahinya. Ekspresi wajahnya berubah menjadi cemas dan khawatir. Terselip rasa takut meski sudah berulang kali melakukan ritual tumbal, dia merasa dirinya seperti mangsa yang ditargetkan oleh entitas tak terlihat.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as tumbling
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status