Kakak Ipar Rasa Pacar
Tangannya meraih tangan Nadia, dan mengecup lembut punggung tangan itu.
"Pagi, sayang," bisik Darren, suaranya serak karena baru bangun tidur.
Nadia langsung gugup. Pipinya bersemu merah menahan malu. Ia menarik tangannya dengan cepat, merasa jantungnya berdebar kencang.
"Pagi, Kak," jawab Nadia, suaranya terdengar gemetar.
Darren tersenyum, matanya berbinar-binar. Ia merasa bahagia karena bisa menghabiskan malam bersama Nadia.
Chapitres populaires