DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
Matanya menatapku dengan lembut, penuh perhatian.
"Kamu yakin gak ada ucapan selamat tidur buat malam ini?" Pertanyaannya membuatku berusaha tetap terjaga. Aku tidak bisa menahan senyuman.
Karena wajahnya begitu dekat, aku bisa dengan mudah menahan tengkuknya. Lalu memberikan ucapan selamat tidur seperti yang dia mau, yaitu mengecup bibirnya walau hanya sekilas.
"Met bobo, Hubby ...," ucapku sambil mengubah posisi hingga berbaring miring, membiarkan Bang Fahad yang tampak melongo karena perbuatanku barusan.