Diuber Janda
"Bang Amin, mau apa ke sini?" Ririn membuang pandangannya, lalu menaruh begitu saja cincin yang diberikan Amin di atas meja etalase warungnya.
"Saya mau beli nasi uduk," jawab Amin gugup. Di balik pohon, Imron sudah menepuk keningnya, merasa sangat gemas dengan Amin yang selalu saja gugup.
"Dua belas ribu saja," jawab Ririn masih tak mau melihat Amin. Ia malah sibuk sendiri mengelap piring makan, serta mengaduk nasi uduk di dalam termos.
Hot Chapters