Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Tapi ada yang aneh—lorong ini… tidak biasa. Dindingnya bukan semen. Bukan keramik. Dinding ini… seperti daging. Berurat. Lembap. Bergerak perlahan seolah sedang bernapas. Dimas menahan napas. Setiap langkahnya menimbulkan bunyi basah: pluk… pluk… pluk…
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

tanya Pak Jono yang baru saja tiba dengan napas tersengal-sengal. ​Udin menunjuk ke arah celah dinding paviliun yang jebol, lubang besar hasil tendangan geledek sepatu bot Baskara beberapa waktu lalu. "Itu, Pak! Lihat dinding sebelah sana! Papan-papannya jebol ke arah luar seperti didobrak paksa dari dalam! Dan ... dan dari tadi kami sudah memeriksa lewat celah jendela, sepertinya Nyonya Lastri tidak ada di dalam kamar!"
1044.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
VENDETTA

VENDETTA

Nadia mendengarkan dengan saksama, mulai tertarik dengan konsep keamanan yang ditawarkan lawan bicaranya. "Lalu, bukan cuma lantai," lanjut Aditya lagi, jemarinya bergerak menunjuk batas dinding pada gambar sketsa. "Dinding bagian bawah juga harus kita lapisi dengan bantalan serupa sampai ketinggian tertentu. Tujuannya supaya saat mereka sedang aktif-aktifnya merangkak atau mulai berdiri, kepala atau tubuh mereka tidak akan terluka kalau sampai terantuk tembok."
312 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

ungkapku. Ibu itu menunduk dalam seraya mempersilahkan kami masuk. Isi rumah itu begitu memprihatinkan. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu, yang sering orang Garut sebut bilik sudah mulai bolong dibeberapa bagian. Lantai kayu yang juga sudah lapuk dan kalau kami tidak hati-hati melangkah, mungkin saja kami akan terperosok.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Tapi menyadari dengan sangat cepat kalau jalan keluar itu mustahil. Jurang tempatnya jatuh mungkin lebih tepatnya disebut lubang sangat besar. Cal melihat tembok tanah mengitarinya. Dinding tanah menjulang hampir tegak, bercampur batu dan akar yang menggantung. Cal menekan dinding yang ada di belakang punggungnya—tidak amat keras. Bahkan dengan remasan, permukaannya gompal. Terlalu rapuh untuk dipanjat.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
NAFKAH YANG TERBAGI

NAFKAH YANG TERBAGI

Di akhir mimpi itu, Cherly mendengar sebuah gedoran keras dari arah dinding tembok. Gina berdiri dan mendekat ke arah dinding. Ia meraba dinding tembok itu dengan kedua tangannya. Dingin seperti es, saat ia merabanya. Tok! Tok! Tok! Cherly membelalakkan matanya, saat ia mengetuk-ngetukkan tangannya ke dinding tembok tersebut. Suara itu begitu nyaring, seperti bukan tembok yang terbuat dari bahan adukan semen. Namun, beda dengan tembok yang lain, saat Cherly menggeser tubuhnya, lalu mengetuk tembok yang sejajar. Namun, bunyinya sangat berbeda. Tembok itu normal, tidak bersuara nyaring saat diketuk-ketuk.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
Nona, Tuan Hanya Ingin Menikah Denganmu!

Nona, Tuan Hanya Ingin Menikah Denganmu!

Ruangan itu berbeda dari dua ruangan sebelumnya, lebih terang, lebih luas, namun terasa jauh lebih dingin. Seperti yang dikatakan oleh Dellia kalau mereka akan mencari dokter lain untuk memastikannya lagi. Di dinding tergantung layar besar USG, bersih, modern, dengan garis-garis hitam putih yang tampak terlalu jujur untuk bisa dibantah.
1042.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 926 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Suara lirih penuh penderitaan terdengar dari segala arah. Fatih mundur dengan napas memburu. Namun, saat punggungnya menyentuh dinding, dinding itu terasa lunak seperti daging hidup. Fatih langsung menoleh. Dan lagi-lagi matanya membelalak ngeri. Dinding istana itu dipenuhi tubuh manusia yang saling bertumpuk. Tangan-tangan kurus menjulur keluar. Wajah-wajah mereka tampak menyatu dengan tembok berlendir. Sebagian menangis. Sebagian menatap kosong. Sebagian lagi merintih kesakitan.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
RENATA DAN SAMUDERA BIRU

RENATA DAN SAMUDERA BIRU

Dinding pelindung berderak, terdengar nyaring di telinga. Singgih Wirayudha segera berpaling ke arah Ular Neraka. “Sekarang!!” Ular Neraka yang memahami maksud Singgih Wirayudha mengibaskan ekornya, menghantam retakan dengan keras. “Prang!!” Dinding pelindung runtuh, berderai seperti kaca, serpihannya luruh, lenyap sebelum menyentuh rumput basah.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai ulat dinding
Tampilkan Ulasan (74)
Baca
+Pustaka
Dewa Amour
Samudra Biru, sungguh nama yang indah dan terkesan kharismatik. Gue suka beet cerita fantasi. Begitu baca blurd novel ini langsung mampir, dan ... jatuh cinta untuk membacanya sampai end. Salut buat yg nulis. Sehat terus ya, Thoorr ...
kinoy.raomi
baca ini karena baca promosi authornya., eh pas baca.. wah gila sih.. langsung jatuh cinta... kerenn.. sukakkk... up yang rajin up nya thor biar bisa nangkring di depan.. sayang kalok cerita sebagus ini sepi2 aja hehe
Baca Semua Ulasan
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Tanda -tanda di dalamnya segar, menunjukkan bagian itu telah diukir baru -baru ini. Dinding yang mengapit lorong itu kasar dan tidak masuk akal, permukaannya tidak teratur dan memancarkan aroma tanah liat yang bersahaja. Membentang kurang dari dua puluh meter, koridor menampilkan pintu besi yang tertanam di masing -masing dindingnya. Terlepas dari upaya Xi Feng yang berat untuk mendorong dan menarik, pintu tetap tidak bergerak.
9.2116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai ulat dinding
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status